Rabu, 17 Jun 2026 14:51 WIB

Nguri-uri Budaya Majapahit, Pemkot Mojokerto Gelar MojoArt

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menilik batik khas Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menilik batik khas Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar MojoArt yang bertujuan agar budaya Majapahit tetap lestari serta mengangkat harkat dan martabat khususnya bagi warga khususnya Kota Onde-onde.

Nguri-uri budaya dengan tema 'Junjung Dhuwur Budoyo Majapahit' ini digelar di Alun-Alun Kota Mojokerto sejak 1 hingga 3 Maret. Acara ini merupakan pertama kalinya setelah dilakukan pemugaran pusat kota yang dipimpin oleh Ika Puspitasari.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

"Semoga ini adalah awal bagi kita semua untuk bisa menikmati sinergi berbagai komponen masyarakat untuk membangkitkan seni budaya di pusat kota. Alun-alun yang kini sudah berubah wajahnya, jauh lebih cantik dengan menampilkan arsitektur Majapahit," kata Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam keterangan tertulis, Jumat (3/3/2023).

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai stakeholder di Kota Mojokerto. Termasuk UMKM, pelaku kreatif, pelaku seni budaya, lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta dan Pramuka.

Baca Juga: Kota Mojokerto Raih Predikat Kota Terinovatif IGA 2024

"Itu adalah kekuatan yg dimiliki oleh Kota Mojokerto, dalam bentuk SDM yang sangat kreatif. Saya sangat bangga dengan seluruh warga Kota Mojokerto," tutur wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini.

Selain menjadi wadah bagi seluruh masyarakat untuk bisa menampilkan kreatifitas dan inovasinya untuk bisa dinikmati oleh publik, MojoArt juga memberikan ruang bagi para UMKM dan menggerakkan potensi jasa di Kota Mojokerto.

Keduanya diyakini menjadi pemicu bagi Kota Mojokerto untuk bisa tetap bertahan di tengah Krisi ekonomi global. Sebagaimana terbukti, memasuki tahun ke empat pandemi, ekonomi Kota Mojokerto tumbuh di atas 5,5 persen, berkat kekuatan seluruh komponen di Kota Mojokerto.

Baca Juga: Konsumen Setia Mojo Shop Fiesta Diganjar Hadiah Umrah

Ning Ita optimistis dengan kekuatan gotong-royong, kolaborasi, kebersamaan, dan kekeluargaan, dapat membuat Kota Mojokerto bertahan di tengah kondisi apapun. Ia menyebut, keturunan Majapahit adalah bangsa yang tangguh menghadapi apapun kondisinya.

"Inilah yang akan menjadi pemersatu dan kekuatan Kota Mojokerto, yang layak mengusung Spirit of Mojokerto. Terima kasih semuanya atas kerjasama dan kolaborasinya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.