Kamis, 18 Jun 2026 11:01 WIB

Alokasi Pupuk Subsidi Dikepras, Pemkab Trenggalek Siapkan 2 Skema

Petani Trenggalek membuat pupuk organik. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petani Trenggalek membuat pupuk organik. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Alokasi pupuk subsidi di Trenggalek tahun ini dikepras oleh pemerintah pusat hingga ratusan ton. Padahal serapan pupuk subsidi pada tahun sebelumnya telah mencapai 98 persen.

Tidak diketahui pengurangan alokasi pupuk bersubsidi di Kota Gaplek tersebut. Tentu hal ini membuat Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek menyiapkan dua skema untuk membantu petani.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek, Didik Susanto menyebut terdapat dua opsi untuk menyikapi pengurangan alokasi pupuk di wilayahnya. Dua opsi yang dipilih adalah membeli pupuk nonsubsidi atau membuat pupuk organik.

Ia menambahkan tahun 2022 silam, Trenggalek mendapatkan alokasi pupuk subsidi mencapai 23.295 ton. Sedangkan tahun ini jumlahnya berkurang menjadi 22.811 ton.

"Tahun ini ada pengurangan alokasi pupuk subsidi di Trenggalek yang mencapai 484 ton," katanya Kamis (2/3/2023).

Pengurangan alokasi pupuk subsidi merupakan keputusan pemerintah pusat. Adapun pemerintah daerah tidak memiliki pilihan lain, selain mematuhi keputusan tersebut.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Pengurangan ini tentu dikhawatirkan membuat petani resah, lantaran tidak bisa menghasilkan produk pangan sesara maksimal.

Untuk menyikapi pengurangan ini, Pemkab Trenggalek memiliki dua solusi. Sebagaimana disebutkan Didik Susanto bahwa petani diminta untuk membeli pupuk nonsubsidi atau beralih ke pupuk organik.

"Kalau pupuk nonsubsidi itu lebih banyak uang yang harus dikeluarkan. Makanya kami arahkan untuk beralih ke pupuk organik," tuturnya.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

Sejaun ini penerapaan pupuk organik yang dilakukan petani telah mencapai 50 persen yang sudah beralih dari total seluruh petani. Pelatihan pembuatan pupuk organik juga digalakkan dengan harapan petani tidak lagi memiliki ketergantungan dengan pupuk kimia.

"Kami juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik pada kelompok tani di Trenggalek. Dengan harapan para petani bisa mandiri dan tidak tergantung pada pupuk kimia," pungkasnya.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.