Rabu, 17 Jun 2026 13:54 WIB

PDI Perjuangan Ogah Asal Comot Capres, Hasto Buka-bukaan di Ponorogo

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menghadiri jalan sehat bareng BMI di Ponorogo. (foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menghadiri jalan sehat bareng BMI di Ponorogo. (foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - PDI Perjuangan masih bungkam terkait calon presiden yang akan diusung dalam Pilpres 2024. Di sisi lain, sejumlah partai politik telah membangun koalisi dan telah mengumumkan calon presiden masing-masing.

Sebut saja Partai Gerindra mengusung Prabowo Subianto dan Partai NasDem bersama Partai Demokrat mencalonkan Anies Baswedan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini telah mengantongi calon. Hanya saja ia enggan mengumumkan dalam waktu dekat.

“Ada calonnya, tapi belum bisa kami umumkan. Kita cari calon pemimpin yang bukan sekadar pandai pencitraan,” kata Hasto Kristiyanto, di sela mengikuti jalan sehat bareng Banteng Muda Indonesia, Minggu (16/2/2023) di Ponorogo.

Baca Juga: PDIP Lamongan Siapkan Dirham Akbar Aksara di Bursa Pilbup 2029

Hasto memilih menghormati partai lain yang sudah membangun koalisi lebih awal, bahkan sudah menentukan calon.

Namun demikian, PDI Perjuangan ditegaskan memiliki cara sendiri menentukan capres. Pun berbeda dengan partai lain dalam menentukan calon untuk Pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“PDI Perjuangan mengusung kader sendiri sebagai calon presiden. Calon harus berasal dari kader internal partai, karena tujuan kita menempatkan kadernya di posisi strategis,” pungkas Hasto.

Belum lama ini PDI Perjuangan dikait-kaitkan dengan dua sosok, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) dan Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan RI). Hanya saha Hasto enggan berkomentar soal dua sosok ini.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.