Senin, 22 Jun 2026 03:39 WIB

Pemkab Kediri Pastikan Warga Terdampak TPA Sekoto Terima Jaminan Kesehatan

Sosialisasi kesehatan warga terdampak TPA Sekoto, Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Sosialisasi kesehatan warga terdampak TPA Sekoto, Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memastikan masyarakat terdampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Sekoto, Kecamatan Badas menerima jaminan kesehatan.

Hari ini Pemkab Kediri melakukan sosialisasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) di balai desa setempat.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

TPA Sekoto yang diresmikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) pada Oktober 2021 lalu itu berada di Dusun Genukwatu, Desa Sekoto. Selain warga dari Dusun Genukwatu, dalam sosialisasi itu turut diundang warga dari Dusun Puhrejo, Sukosari, Kemendung, dan Sekoto.

"Harapannya masyarakat yang memang layak dan belum memiliki akses layanan kesehatan mendapatkan akses sesuai kriteria," ujar Camat Badas, Prasetyo Iswahyudi, Jumat (24/2/2023).

Jaminan kesehatan yang dimaksud baik dari pemerintah pusat (PBIN) yang dulunya dikenal dengan sebutan KIS maupun dari pemerintah daerah (PBID) atau yang dikenal Jamkesda.

Sementara Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto mengungkapkan, pada Tahun 2022 terdapat usulan sebanyak 383 warga Desa Sekoto belum memiliki jaminan kesehatan.

Usulan itu setelah dilakukan pengecekan, 146 warga masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kemudian 6 warga masuk dalam keluarga ASN, TNI-Polri dan 1 warga meninggal.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

"383 kita cek ke DTKS yang masuk dibiayai pemerintah pusat 93 warga, 176 warga diusulkan masuk PBID," terangnya.

176 warga yang telah diusulkan masuk PBID itu pun telah tercover Jamkesda. Dalam sosialisasi itu, diterangkan pula ada beberapa kriteria warga yang masuk PBID, di antaranya orang yang mempunyai resiko tinggi, ODGJ, lansia, disabilitas maupun pekerja rentan.

Adapun warga yang belum mendapatkan jaminan kesehatan dan masuk dalam kriteria pada 2023 ini oleh dinas sosial akan diusulkan kembali supaya masuk PBID.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Kepada peserta sosialisasi, pihaknya mengimbau bagi warga yang telah mendapatkan jaminan kesehatan supaya dimanfaatkan untuk mengecek kesehatannya di tiap fasilitas kesehatan yang ada.

"Kami menyadari yang berada di wilayah TPA Sekoto pasti secara kesehatan terdampak, ketika mendapatkan kepesertaan jaminan kesehatan, diharapkan dapat memeriksakan kesehatan secara rutin," pesannya.

Dalam sosialisasi itu, Pemkab Kediri menghadirkan narasumber dari dinas sosial, dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup serta BPJS Kesehatan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.