Senin, 22 Jun 2026 09:20 WIB

Mengaku 5 Tahun Hamil, Wanita di Sedati Sidoarjo Tolak Tawaran Faskes Pemkab

WN (40) warga Sedati yang menolak tawaran Faskes gratis Pemkab Sidoarjo. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
WN (40) warga Sedati yang menolak tawaran Faskes gratis Pemkab Sidoarjo. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang wanita di Betro, Sedati, Sidoarjo berinisial WN (40) dikabarkan hamil. Namun hingga 5 tahun berselang warga tak juga kunjung melihat kehadiran si jabang bayi.

WN yang terlihat seperti layaknya seorang ibu hamil tersebut juga terlihat memiliki perut yang buncit.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Buruh Konstruksi Sidoarjo Bebas Risiko Kerja

Berdasar pada penuturan Udin (55) kakaknya, keluarga sudah berusaha membujuk WN untuk dilakukan pemeriksaan terhadap janin yang dikandungnya. Namun, WN dan M (45) suaminya menolak akan tawaran tersebut.

"Saya sudah seringkali menawarkan pemeriksaan. Bahkan jika harus dilakukan operasi, maka saya sebagai keluarga siap menanggungnya. Tapi sama dia ditolak," ujar Udin. Selasa (21/2/2023).

Hal tersebut ditawarkan oleh Udin, lantaran ia tidak mau terjadi apa-apa terhadap adiknya sendiri.

Diketahui sebelumnya bahwa sudah lima tahun ini atau mulai dari sekitar tahun 2018, perut WN membuncit seperti ibu hami pada umumnya. Keluarga merasakan keanehan karena, WN tidak kunjung menjalani persalinan hingga sekarang.

Baca Juga: Mobil Operasional DLHK Sidoarjo Dikabarkan Dipakai Mudik, Emang Boleh?

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan kunjungan di rumah WN, menerangkan bahwa pihak pemerintah akan memfasilitasi proses perawatan dan pengobatan secara gratis. Namun, tawaran tersebut ditolak WN.

H. Subandi meminta W untuk bersedia menjalanu pemeriksaan hingga pengobatan secara gratis atas hal yang dialami. Namun tawaran itu ditolak oleh WN yang menemuinya secara langsung.

"Kami atas nama pemerintah, ingin membantu memeriksakan kondisi ibu atas sebenarnya apa yang terjadi. Sesuai diagnosa pihak dokter dan tindak lanjutnya, kami akan membantunya secara gratis," papar Subandi

Baca Juga: Sidoarjo Raih Universal Coverage Jamsostek 2025, Semua Pekerja Kini Punya Payung

WN mengaku bahwa hal ini telah ia sepakati dengan suaminya bahwa urusan kehamilannya menjadi urusan pribadi keluarga sendiri.

"Saya menghaturkan terima kasih kepada Pak Wabup atas perhatian kepada diri saya. Saya bersama suami sudah satu kata, biarkan masalah kehamilan ini, dan jangan sampai ada orang lain mencampuri keluarga saya," tandas WN di depan Wabup.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.