Senin, 22 Jun 2026 08:32 WIB

Susanti Megah Raih Anugerah Pelopor Asuh Anak Stunting dari Wali Kota Surabaya

Pemyerahaan penghargaan Wali Kota Eri Cahyadi kepada Direktur Utama PT Susanti Megah, Hermawan Santoso. (Foto: Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Pemyerahaan penghargaan Wali Kota Eri Cahyadi kepada Direktur Utama PT Susanti Megah, Hermawan Santoso. (Foto: Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan penghargaan kepada Direktur Utama PT Susanti Megah, Hermawan Santoso atas jasanya menjadi pelopor orang tua asuh bagi anak-anak stunting yang ada di wilayah Kecamatan Asemrowo, Surabaya.

Prosesi penyerahan penghargaan itu diberikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan diterima langsung oleh Hermawan di kantornya, Jalan Dupak Rukun, Kecamatan Asemrowo, Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Kenapa stunting, kerena kita harus menyiapkan kader-kader bangsa ini, kader kota ini menjadi kader yang sehat, sehingga sejak dini harus disiapkan kemampuan lahiriyah maupun batiniyahnya, dan ternyata di Surabaya ini sungguh sangat luar biasa," ucap Eri, dalam keterangan resminya, Jumat (17/2/2023) malam.

Eri mengakui bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendirian, namun butuh dukungan dan bantuan dari seluruh warga Kota Surabaya. Untuk itu, ia berterimakasih kepada PT Susanti Megah atas dedikasi tersebut.

"Bahkan, saya sudah sampaikan kepada teman-teman Pemkot, kekuatan apapun pemerintahannya, tidak akan mampu menyelesaikan sebuah masalah tanpa adanya kerjasama dengan semua pihak yang ada di Surabaya, karena alasan itulah akhirnya muncul orang tua asuh,” kata dia.

Eri juga memastikan bahwa setiap agama, terutama agama Islam ada kewajiban untuk mengeluarkan zakat 2,5 persen ketika memiliki harta.

"Nah, pemerintah tugasnya memastikan zakat yang diberikan oleh orang yang mampu itu tepat sasaran, dan salah satunya menjadi orang tua asuh. Hal itulah yang saat ini dicontohkan dan dilakukan oleh PT Susanti Megah yang membantu anak stunting di wilayah Kecamatan Asemrowo," katanya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Sekali lagi hari ini kita diberikan contoh oleh PT Susanti Megah bahwa kehidupan pancasila dengan gotong royongnya ditunjukkan dengan membantu antar sesama. Saya berharap perusahaan yang lain juga bisa mencontoh PT Susanti Megah ini, kalau semua perusahaan di Surabaya bisa seperti mereka ini, maka saya yakin Surabaya ini akan sejahtera,” sambung dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Susanti Megah Hermawan Santoso mengatakan bahwa sebetulnya program anak asuh itu sudah dimulainya sejak tahun lalu. Kala itu, Ketua TP PKK Surabaya yang sekaligus Bunda PAUD Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi datang ke tempat tersebut untuk menyerahkan bantuan kepada anak-anak stunting juga.

"Waktu itu saya bilang, kalau kita bisa berbuat baik, kenapa harus ditunda-tunda dan ditunggu-tunggu, ya sudah jalan saja,” katanya.

Selanjutnya, pada akhir tahun lalu, Camat Asemrowo menyampaikan bahwa di wilayahnya masih ada 19 anak stunting dan menawarkan kepada dirinya untuk menjadi orang tua asuh. Setelah dilihat ternyata sudah tersisa 19 anak, padahal awalnya ada 50 anak dan terus turun menjadi 30 anak.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

"Saat itu saya berpikir, ini sudah turun menjadi 19 anak, kalau dibantu semuanya berarti Asemrowo ini akan bebas dari stunting. Akhirnya saya bilang kepada Pak Camat, saya borong semuanya saja Pak Camat,” katanya sambil disambut tepuk tangan oleh Wali Kota Eri dan hadirin.

Oleh karena itu, pada saat menyanggupi tawaran itu, ia mengaku tidak pernah berpikir nanti bakal mendapatkan penghargaan sebagai pelopor orang tua asuh dan sebagainya. Ia hanya berpikir ingin saling membantu, karena lebih baik membantu daripada bermusuhan.

"Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa terangkat semuanya, sehingga Asemrowo ini bisa terbebas dan tidak ada lagi anak-anak stunting,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.