Senin, 22 Jun 2026 09:03 WIB

Sederet Fakta di Balik Kasus Penganiayaan Mahasiswa Poltekpel Surabaya

Tersangka AJP saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Tersangka AJP saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hidden curriculum (kurikulum tersembunyi) berupa pembinaan dengan melakukan tindakan kekerasan fisik atau pemukulan yang dilakukan mahasiswa senior kepada juniornya di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya telah berlangsung lama.

Fakta tersebut diungkapkan AJP, mahasiswa senior di Poltekpel Surabaya yang menganiaya MR, juniornya hingga meninggal dunia. Pemuda 19 tahun asal Banyuurip, Surabaya itu kini telah jadi tersangka dan ditahan oleh polisi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

AJP mengaku melakukan pemukulan kepada MR (20) sebanyak dua kali. Ia melakukan tindakan tersebut kepada korban dengan tujuan untuk memberikan pembinaan, karena korban dianggap tidak respek dan terlalu apatis pada senior.

Selain itu, AJP juga menerapkan tindakan tersebut karena dahulu dia pernah mengalami tindakan serupa yang dilakukan seniornya.

"Dia tidak menganggap saya seniornya. Saya melakukan pemukulan di toilet karena sebelumnya saya juga pernah mengalami," ungkap AJP saat dihadapkan ke kamera wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (17/2/2023).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Pengakuan tersangka AJP ini membuka tabir jika hal yang sama juga pernah terjadi sebelumnya. Namun, Kasi Humas Polrestabes Surabaya Kompol M Fakih mengatakan, dari hasil penyidikan polisi, AJP baru sekali itu melakukan penganiayaan.

"Pengakuannya baru itu, ikut teman-temannya," ungkap Fakih didampingi Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Zainul Abidin.

AJP ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah memukul uluhati MR sebanyak dua kali dengan tangan kosong. Akibat itu, MR meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kasus itu terbongkar setelah M Yasin, ayah MR melihat sejumlah luka pada jenazah anaknya. Yasin lalu melapor ke Polsek Gununganyar, hingga kasus itu ditangani Unit Resmob Polrestabes Surabaya hingga tuntas.

Proses ekshumasi atau pembongkaran makam di Mojokerto, tampat tinggal korban dilakukan untuk proses autopsi jenazah. Langkah itu ditempuh untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.