Selasa, 16 Jun 2026 14:45 WIB

Keliling Kampung, Petugas Rekam e-KTP Warga Disabilitas di Kediri

Proses perekeman e-KTP warga penyandang disabilitas di Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Proses perekeman e-KTP warga penyandang disabilitas di Kediri (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kediri keliling kampung untuk melakukan perekaman KTP Elektronik (e-KTP) untuk warga disabilitas.

Hari ini petugas dari Dispendukcapil Kediri terlihat melakukan perekaman e-KTP bagi penyandang disabilitas mental di Desa Banyuanyar, Kecamatan Gurah, Kamis (16/3/2023).

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Petugas mendatangi satu per satu rumah warga penyandang disabilitas mental dengan didampingi kepala desa setempat. Mereka dengan sabar mengambil hati warga ini agar dapat diarahkan untuk dilakukan perekaman.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Kediri, Wirawan mengatakan, program perekaman dokumen kependudukan ini diberi nama Sayang Gadis atau Sahaja Datang Bahagia Disabilitas. Program ini telah berjalan sejak akhir 2022 lalu.

Yang menarik saat ini, pasca-perekaman, petugas juga menyalurkan bingkisan dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito). Hal itu tak lain karena bentuk perhatian Mas Dhito.

"Program ini akan terus berjalan sampai semua warga disabilitas di Kabupaten Kediri terekam semua," ujar Wirawan.

Penyandang disabilitas yang menjadi sasaran program itu meliputi disabilitas sensorik, disabilitas fisik, disabilitas intelektual maupun disabilitas mental. Kehadiran petugas ke rumah warga disabilitas tersebut menjadi solusi bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk diajak datang ke tempat pelayanan.

Menurut Wirawan, langkah itu sebagaimana arahan Mas Dhito untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang optimal, dengan hati dan memudahkan warga dalam mengakses pelayanan publik.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Perekaman dokumen kependudukan diakui sangat penting bagi setiap warga. Pasalnya ketika tidak memiliki identitas kependudukan, warga disabilitas termasuk mereka dengan gangguan kejiwaan tidak dapat tersentuh program pemerintah baik bidang sosial, pendidikan, kesehatan maupun yang lain.

Untuk menghindari hal itu terjadi, Dispendukcapil Kabupaten Kediri terus melakukan pendataan dan perekaman. Dan untuk mendapatkan data penduduk disabilitas yang menjadi sasaran perekaman, Dispendukcapil Kabupaten Kediri mendapatkan laporan dari masyarakat maupun pemerintah desa setempat.

"Alhamdulillah program ini disambut baik oleh masyarakat sehingga banyak pemerintah desa yang melaporkan ke Dispendukcapil tentang warganya yang menyandang disabilitas atau ODGJ dan belum dilakukan perekaman data kependudukannya," ungkap Wirawan.

Begitu pula di Desa Banyuanyar, ada 5 warga yang dilakukan perekaman, tiga di antaranya mengalami disabilitas mental. Proses perekaman dilakukan di teras rumah, di lokasi dimana warga tersebut bisa diajak berkomunikasi dan diarahkan untuk perekaman.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Kepala Desa Banyuanyar, Tambah yang ikut mendampingi jalannya proses perekaman menyambut baik program ini.

Dengan memiliki identitas kependudukan, diharapkan mampu memudahkan pemerintah desa dalam menguruskan program-program pemerintah untuk warganya.

"Kalau tidak punya identitas, warga juga kesulitan karena dalam penggunaan anggaran saat ini harus hati-hati, sebetulnya ini layak dibantu, tapi kalau tidak memiliki identitas desa juga mikir lagi. Alhamdulilah adanya program ini sangat membantu warga kami," ucap Tambah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.