Sabtu, 20 Jun 2026 10:44 WIB

Minyak Goreng Subsidi Masih Mahal di Jombang Dijual di Atas HET dan Bundling

Minyakita yang dijual di pasar tradisional Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Minyakita yang dijual di pasar tradisional Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penjualan minyak goreng subsidi atau Minyakita dan curah di pasar tradisional Jombang, masih dijual mahal atau tidak sesuai aturan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Selain dijual mahal, stok ketersediaan minyak goreng tersebut juga langka. Yang aneh pedagang juga membuat aturan sendiri yakni masih memakai mekanisme bundling dengan produk lain ketika ingin beli minyak subsidi.

Baca Juga: Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Kediri Naik, Stok Minyakita Minim

Ironis, peraturan terkait penjualan minyak goreng kemasan sederhana Minyakita belum diterapkan di Jombang. Padahal aturan Kemendag terkait mekanisme penjualan dan pembelian minyak goreng bersubsidi tersebut sudah diterbitkan pada tanggal 6 Februari 2023 lalu.

Muhammad Andi, pedagang minyak goreng di Pasar Pon Jombang mengaku sengaja menjual minyak subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp14.000 menjadi Rp15.500 hingga Rp16.000 per liter.

"Minyak goreng subsidi dijual dengan harga tinggi sejak sebulan yang lalu. Ya Rp15.500 yang minyakita. Dan kalau beli harus kawin, beli minyakita sama apa gitu," ungkapnya, Kamis (16/2/2023)

Selain itu ia mengaku mahalnya penjualan minyak subsidi ini dikarenakan pasokan dari distributor tidak lancar.

Baca Juga: Polda Jatim Tindak Tegas Produsen MinyaKita Nakal, Isi Tak Sesuai Kemasan

"Ini kan dari distributor gak kirim. Di kawinkan dengan produk lain ini karena pasokan kurang," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Suwignyo menduga ada pihak kedua dari distributor yang menjual ke pengecer dengan harga yang tinggi. Sehingga pengecer menjual ke konsumen di atas HET.

"Kalau masih ada penjual eceran dengan harga di atas HET, kita ingatkan tapi mau gimana lagi karena meraka ambil di distributor kedua. Dimana mereka melepas (menjual) ke pedagang sekitar 14 lebih, sehingga ke pengecer jatuhnya 16 ribu," paparnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kemendag untuk mengantasi hal tersebut.

"Kita akan berupaya komunikasi dengan kemendag untuk menyikapi persoalan itu," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.