Rabu, 17 Jun 2026 07:51 WIB

Pentingnya Regulasi Demi Menjaga Iklim Wisata di Kota Batu

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perang harga antar penginapan dan kepedulian terhadap produk lokal menjadi salah poin utama yang disampaikan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu kepada pemerintah daerah setempat.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi berharap, perhatian pemerintah serta adanya regulasi bisa menjaga iklim pariwisata agar tidak ada perang harga, karena banyak penginapan murah.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Sebab bila dibiarkan akan jadi permasalahan. Apalagi banyak penginapan yang tidak membayar pajak bangunan serta mengenai perizinan usaha," terang Sujud, Senin (13/2/2023).

PHRI Kota Batu juga mendorong serapan atau pemasaran produk lokal agar masuk ke resto atau hotel. Karena bila itu diprioritaskan dan ada regulasinya, maka bisa mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Itu keinginan kami. Tapi ada syarat utama, yaitu para pelaku UMKM bisa memastikan agar yang dijual memiliki kualitas bersaing," tambah Direktur PT Selecta tersebut.

Sementara Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan, Dinas Pariwisata dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan pendataan mana penginapan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Begitu juga yang tidak membayar pajak bangunan.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

"Nah, itu harus ada tindakan tegas. Kalau produk lokal, Diskoperindag bisa mewadahi atau menjadi jembatan agar produk yang telah memenuhi syarat bisa terpampang di hotel-hotel. Sehingga dampak pariwisata dirasakan semua masyarakat Kota Batu," tegas Aries.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.