Selasa, 16 Jun 2026 01:51 WIB

Percepat Penurunan Stunting, BKKBN Gelar Program Edukasi 1000 Bidan di Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 13 Feb 2023 11:44 WIB

jatimnow.com - Seribu bidan se-Surabaya raya mengikuti program edukasi dan intervensi stunting di Dyandra Convention Center Surabaya. Sebagai garda terdepan, bidan mendapat perhatian khusus dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan ini bekerja sama dengan PT. Dexa Medica.

Kepala BKKBN RI, DR. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan pada tahun 2021 angka stunting di Jawa Timur sebesar 23,5 persen dan turun 4,3 persen menjadi 19,2 persen.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Provinsi dengan jumlah penduduk yang besar tapi angka stunting di bawah 20 persen merupakan prestasi yang luar biasa," kata Hasto Wardoyo pada acara Program Edukasi terhadap 1.000 Bidan dan Intervensi Stunting di Kota Surabaya, Senin (13/2/2023).

Hasto menambahkan di Jawa Timur yang hamil jumlahnya masih lebih dari 500 ribu dalam satu tahun. Angka ini masih di bawah Provinsi Jawa Barat yang masih di angka 850 ribu lebih.

Berbicara tentang stunting artinya berbicara dengan alat reproduksi dan berbicara tentang persiapan kesehatan perempuan sebelum hamil.

Di sinilah pentingnya peran bidan dalam penurunan stunting. Karena peran bidan dalam mendampingi dan memberikan penyuluhan pada ibu hamil, tingkat stunting di Jawa Timur saat ini bisa turun di bawah 20%.

"Ada yang bilang bidan bukan segalanya, tapi tanpa bidan BKKBN bukan apa-apa. Jatim mengalami penurunan yang sangat signifikan, yaitu turun 4,3% menjadi 19,2% pada tahun 2022. Angka ini di bawah 20�ri sebelumnya. WHO mengamanahkan bahwa masimal angka stunting adalah 20%. Sebagai provinsi yang angka stuntingnya besar, tapi bisa turun di bawah 20%, saya rasa ini perkembangan besar," ungkapnya.

Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa kasus stunting adalah tugas besar yang harus dituntaskan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ini tugas diantara kita semua. Harus terbangun sinergi yang sangat bagus antar berbagai pihak. Bidan berada di posisi yang tepat untuk mengemban peran ini," ujarnya.

Yang menjadi penting menurut orang nomor satu di Jatim ini, para Bidan dapat memberi penyuluhan terkait pola asuh yang benar bagi para ibu. Apabila para ibu mengonsumsi nutrisi yang cukup dengan pola hidup sehat, serta anak diasuh dengan penuh kasih sayang serta gizi tercukupi, maka resiko stunting dapat dihindari atau bahkan dihilangkan.

"Bidan ini peranannya sangat signifikan dalam penurunan angka stunting pada anak. Bidan adalah garda terdepan, ujung tombak tenaga kesehatan. Merekalah yang selalu mendampingi para ibu, baik semenjak awal kehamilan sampai sang anak mencapai usia lima tahun," jelasnya.

Khofifah melanjutkan, prevalensi stunting di Jawa Timur butuh percepatan untuk mencapai target 14% di tahun 2024. Diketahui, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, saat ini tingkat stunting Jatim berada di angka 19,2%.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Apalagi, dalam Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting, sasaran prioritas upaya percepatan pencegahan stunting menyasar kelompok prioritas yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0-23 bulan, atau disebut rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kelompok ini secara rutin bertemu dengan para Bidan untuk memantau kesehatan sang anak.

Karenanya, Gubernur perempuan pertama Jatim itu menekankan efektifnya intervensi para Bidan dalam menurunkan angka stunting, hingga mencapai target Presiden Republik Indonesia yaitu 14 % pada tahun 2024.

"Ditiap kegiatan kami, Pemprov Jatim seringkali mengundang ibu hamil dan anak-anak untuk menerima penyuluhan dan bantuan gizi. Kami juga selalu menekankan pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak. Angka 14% ini bukan sekedar target, tapi menentukan masa depan bangsa," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.