Selasa, 16 Jun 2026 08:55 WIB

Mahasiswa Meninggal Dianiaya Senior, Pimpinan Kampus Diingatkan Soal Beban Moral

Kampus Politeknik Pelayaran Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Kampus Politeknik Pelayaran Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sampai kapan pun, budaya senioritas yang identik dengan sikap sok gagah di depan junior tidak akan pernah hilang di dunia pendidikan Indonesia, khususnya di perguruan tinggi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Samsul Arifin mengomentari fenomena penganiayaan terhadap MR (20), mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya hingga meninggal yang dilatarbelakangi pembinaan senior ke junior.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Hal ini terjadi karena sifatnya yang sunstainable, bahkan sampai mereka lulus dan menjadi alumni. Yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal tersebut salah satunya ialah dengan menghidupkan kembali nilai-nilai humanitas," terang Samsul kepada jatimnow.com, Jumat (10/2/2023).

Khususnya dalam organisasi tertentu yang banyak diikuti oleh mahasiswa. Hal tersebut dapat mengubah pola perilaku dan hubungan antara senior dan junior.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sehingga senior bukan Tuhan, yang segala perintahnya harus dituruti. Dan junior bukan babu, yang harus selalu siap melaksanakan perintah," ungkapnya.

Menurut Samsul, secara normatif, pimpinan kampus tidak dapat diminta pertanggungjawaban pidana. Ini murni tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian sebagaimana diatur dalam Pasal 354 ayat (2) KUHP, di mana pelaku dan korbannya adalah perseorangan (natuurlijk persoon).

"Namun pimpinan kampus harus dengan tegas melarang dan menindak setiap tindakan perpeloncoan, apapun bentuk dan alasannya. Karena sejatinya mereka memiliki beban moral untuk melaksanakan kewajiban perguruan tinggi sebagaimana diatur dalam undang-undang," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kampus adalah tempat orang-orang yang berpikir, bukan tempat orang-orang yang masih melaksanakan praktik feodalisme, yang selalu identik dengan tindakan preman dan kekerasan," pungkas Samsul.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.