Senin, 22 Jun 2026 03:59 WIB

Mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya Tewas, Komnas Pendidikan Jatim Berbicara

Ketua Komnas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kunjung Wahyudi . (Foto: pribadi)
Ketua Komnas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kunjung Wahyudi . (Foto: pribadi)

jatimnow.com - Ketua Komnas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kunjung Wahyudi menegaskan pengelola Politeknik Pelayaran Surabaya wajib bertanggung jawab atas meninggalnya MR (20), mahasiswa akibat dianiaya AJP (19), seniornya.

Pernyataan ditegaskan Kunjung Wahyudi saat ditanya siapa yang paling bertanggung jawab atas kejadian penganiayaan di kampus yang ada di Jalan Gunung Anyar Boulevard, Surabaya, pukul 19.30 WIB, Minggu (5/2/2023) lalu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kalau kejadian tersebut terjadi di kampus maka menjadi tanggung jawab pengelola kampus. Namun terkait pasal saya kurang paham tetapi kemungkinan tentang kelalaian kampus mengakibatkan meninggalnya mahasiswa," tegas Kunjung Wahyudi kepada jatimnow.com, Jumat (10/2/2023).

Dia menyayangkan peristiwa tersebut masih saja terjadi di dunia pendidikan yang ada di kota besar seperti di Surabaya ini. Apalagi sudah masuk ke dalam ranah hukum yakni merampas kemerdekaan seseorang.

"Ini merupakan kejadian yang tidak seharusnya terjadi. Kita berharap pihak kepolisian bisa membantu menyelesaikan kasus tersebut secara jelas dan tuntas. Dan berharap kedepan tidak terjadi lagi kejadian serupa," urainya.

Dia mengatakan peristiwa tewasnya seorang junior di tangan seniornya dengan dalih pembinaan itu tak perlu terjadi, jika pengelola kampus tersebut menerapkan komunikasi secara baik.

"Semisal jika di instansi tersebut terjalin komunikasi yang baik antar Civitas Akademikanya hingga orang tua bahkan sebaliknya, mungkin peristiwa tersebut tidak terjadi. Sebenarnya kejadian tersebut tidak hanya terjadi di perguruan tinggi, tetapi juga terjadi di anak-anak SMA/SMK dan juga SMP," bebernya.

Selain komunikasi, tambahnya, alat pencegah lainnya semisal Kurikulum Pendidikan Karakter diberikan untuk siswa mulai PAUD hingga SMA/SMK/MA. Karena karakter siswa akan terbentuk baik di usia sekolah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sehingga di sekolah perlu digalakkan adanya parenting antara sekolah dan orang tua, atau di perguruan tinggi antara civitas akademika dengan orang tua.

"Khusus di Perguruan Tinggi kebanyakan orang tua lebih banyak kurang memperhatikan putra putrinya dalam hal perkembangan karakter, hal ini mengakibatkan si anak merasa kurang diperhatikan oleh orang tua," kata dia.

"Anak-anak dicukupi kebutuhan materinya tetapi kebutuhan batin (kasih sayang, perhatian) dari orang tua sangat kurang," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, Heru Widada akhirnya buka suara terkait peristiwa itu. Pihaknya mengaku memohon maaf dan akan menjadi evaluasi menyeluruh terhadap politeknik yang dipimpinnya itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan menyampaikan duka cita yang mendalam. Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi dan menjadi evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan yang ada di Poltekpel Surabaya," ujar Heru.

Selain itu Heru hanya menyerahkan penyelidikan kasus tersebut kepada pihak kepolisian Polrestabes Surabaya untuk mengusut tuntas dan mengungkap kejadian tersebut. Hal itu sesuai arahan dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

"Sudah jelas mengutuk keras tindakan-tindakan kekerasan tersebut. Tentunya kalau ada tindak pidana, kami serahkan kepada polisi. Kalau memang dari sisi aturan pendidikan dan arahan Kepala Badan SDM Perhubungan atas kekerasan itu, akan disanksi. Apabila terbukti tentunya akan disanksi sangat berat dan bisa langsung dikeluarkan," tegasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.