Senin, 22 Jun 2026 07:39 WIB

Penjualan Minyakita di Surabaya Tak Sesuai HET, Pembeli akan Diwajibkan Bawa KTP

Minyakita (Foto: Biro Humas Kemendag)
Minyakita (Foto: Biro Humas Kemendag)

jatimnow.com - Dalam waktu dekat Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dijadwalkan akan menggelontor Minyakita untuk bisa dinikmati subsidinya oleh warga kecil di pasar-pasar tradisional.

"Jualan online nanti tidak boleh lagi, karena online nanti borong. Sekarang akan diutamakan ke pasar dan belinya harus pakai KTP, agar satu orang tidak borong, jual lagi," ucap Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dalam keterangan resminya, Rabu (8/2/2023).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Zulhas menambahkan, dari hasil sidak pasar di Surabaya praktik penjualan Minyakita dilapangan masih tak sesuai aturan. Dari Harga Eceran Tertinggi (HET) saja di pasaran yang seharusnya Rp14.000 menjadi Rp15.000.

"Minyakita sudah sedikit, harganya Rp15.000, padahal HET itu Rp14.000 paling mahal. Inilah yang kita selesaikan, mudah-mudahan dua minggu mendatang teratasi," kata dia.

Baca Juga: Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Kediri Naik, Stok Minyakita Minim

Pihaknya berencana, akan mengurai suplai Minyakita ke toko-toko modern, dan akan memprioritaskan pada pasar tradisional dengan menambah jumlah produksi.

"Dulu (produksinya) 300.000 ton satu bulan, sekarang dinaikkan menjadi 450.000 ton satu bulan. Mudah-mudahan Minyakita seminggu mendatang di pasar-pasar sudah beredar lagi," pungkas dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara Walikota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada satgas pangan (Pemprov Jatim) untuk melakukan tindakan. Karena, Pemkot tak memiliki kewenangan.

"Kalau pemkot hanya melakukan cek (monitoring) lapangan, siapa yang menjual (Minyakita) di atasnya HET. Tapi yang melakukan penindakan adalah Satgas Pangan (provinsi) dan kita bukan termasuk Satgas. Tugas kita (pemkot) adalah bagaimana ketika ada yang tinggi, maka kita akan lakukan operasi pasar dan tindakan lainnya," jelas Eri.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.