Selasa, 09 Jun 2026 17:52 WIB

PMK Kembali Merebak, Puluhan Sapi di Jombang Terjangkit

Sapi yang divaksin petugas dari Dinas Peternakan Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Sapi yang divaksin petugas dari Dinas Peternakan Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Jombang. Sedikitnya ada 36 sapi yang terjangkit penyakit tersebut.

Namun, berdasarkan catatan dari dinas terkait, kebanyakan sapi yang terjangkit PMK merupakan sapi yang berasal dari kabupaten kota di sekitar Jombang, yang masuk ke Jombang.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Agus Susilo Sugiyoto menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan, PMK saat ini terjadi di wilayah kecamatan utara Brantas yakni di Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Kabuh.

"Sapi yang terpapar PMK ini sapi pendatang alias sapi yang baru dibeli dari luar Jombang," ungkapnya, Rabu (8/2/2023).

Selain itu, pihaknya menjelaskan bahwa sapi yang terjangkit PMK dan kembali menjadi temuan dinas itu, merupakan sapi yang belum mendapatkan vaksin PMK.

"Jadi itu bukan sapi lama yang telah divaksin, melainkan sapi yang baru dibeli peternak, dari pasar yang ada di luar Jombang," terangnya.

Ia menyebut hingga Selasa kemarin, terdapat 36 ekor sapi yang terkena PMK. Untuk itu pihaknya melakukan upaya pengendalian, untuk mengantisipasi agar PMK tidak menyebar luas.

"Langkah-langkah pengobatan dan pencegahan serta sosialisasi edukasi terhadap peternak sudah kami lakukan. Hasilnya hari ini sudah ada 9 ekor sapi yang sembuh," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Dari hasil tracing, sapi yang terjangkit PMK itu kebanyakan dibeli dari Bojonergoro dan Nganjuk. Karena di dua daerah itu memang banyak sapi yang tertular PMK.

Adanya kasus PMK jilid dua ini, pihaknya menghimbau pada para petani agar tidak panik. Lantaran PMK yang terjadi saat ini tidak seganas dulu.

"Yang baru ini tidak seganas yang dulu, setelah diobati teman-teman di lapangan, sapi sudah banyak yang sembuh," paparnya.

Untuk memastikan PMK ini agar tidak menyebar, pihaknya juga sudah mengimbau para petani untuk melakukan karantina.

Baca Juga: Antisipasi Merebaknya Wabah PMK, Disnakeswan Tulungagung Pantau Pasar Hewan

"Saat ini, petugas terus melakukan vaksinasi sembari melakukan penandaan pada sapi alias ear tag. Penandaan dilakukan agar sapi-sapi yang sudah divaksin terdata. Jadi ketika dijual diketahui bahwa sapi tersebut sudah divaksin," katanya.

Ia merinci, sebaran kasus PMK sejak awal terjadi di Jombang hingga per hari ini mencapai 7.946 kasus.

"Rekap jumlah kasus PMK sejak awal terjadi hingga hari ini, jumlah kasusnya ada sekitar 7.946 ekor. Untuk jumlah sapi sembuh mencapai 7.420 ekor. Jumlah sapi yang sakit ada 36 ekor. Sedangkan jumlah sapi mati ada sekitar 230 ekor. Dan sapi yang dipotong paksa karena PMK ada sekitar 260 ekor," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.