Minggu, 21 Jun 2026 12:51 WIB

Keluarga Mahasiswa Sebut Kekerasan Sering Terjadi dalam Politeknik di Surabaya

MR (kanan), mahasiswa politeknik di Surabaya korban penganiayaan senior semasa hidup (Foto: Dok. keluarga korban for jatimnow.com)
MR (kanan), mahasiswa politeknik di Surabaya korban penganiayaan senior semasa hidup (Foto: Dok. keluarga korban for jatimnow.com)

jatimnow.com - Aksi kekerasan oleh senior terhadap junior sering terjadi di politeknik di Surabaya timur, tempat MR (20), mahasiswa yang meninggal akibat dianiaya tersebut kuliah.

Hal itu disampaikan Muhammad Yani, ayah korban. Dia mengatakan, kampus tempat anaknya kuliah itu sering terjadi kekerasan dari senior terhadap juniornya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Menurut saya banyak. Menurut alumni-alumni juga sering. Itu kayak tradisi," ungkap Yani kepada rumahnya, Selasa (7/2/2023).

Yani berharap agar di politeknik itu ada perubahan, sehingga tradisi kekerasan dan kejadian seperti yang menimpa anaknya tidak berulang lagi.

"Paling tidak ada perubahan, agar kejadian ini tidak terulang lagi. Bukan zamannya lagi. Militer saja tidak seperti ini. Kita juga menyekolahkan anak di situ juga bayar, cari ilmu biar sukses. Ngapain bayar mahal-mahal terus di kampus dihajar kayak hewan, sekolah apa itu? Pengawasan ke dalam dari sekolah itu gimana," papar dia.

Yani bahkan mengaku baru mendapat kabar dari pihak politeknik, setelah dua jam anaknya meninggal.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya lihat anak saya di kamar mayat rumah sakit. Dikabari sudah meninggal. Waktu dikabari dua jam dari meninggalnya. Dari pihak poltek itu mengabari keluarga dua jam lebih. Ngapain dalam tenggang dua jam tidak langsung kabari keluarga," ungkap Yani.

Saat di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara di Surabaya itulah dia melihat tubuh anaknya penuh luka.

"Kondisi jenazah bibir robek, bengkak, memar di seluruh badan, leher, pipi itu kelihatan," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Setelah melihat sejumlah luka pada tubuh anaknya itu, Yani langsung menuju Polsek Gununganyar untuk membuat laporan polisi.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.