Minggu, 14 Jun 2026 08:58 WIB

Tiga Bocoran Bahtsul Masail PBNU Dibahas di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 02 Feb 2023 18:54 WIB
Pengasuh Ponpes Canga'an KH Kholili Kholil. (foto: Moch.Rois/jatimnow.com)
Pengasuh Ponpes Canga'an KH Kholili Kholil. (foto: Moch.Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Canga'an di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan terpilih sebagai tempat lokasi bahtsul masail PBNU dalam rangkaian acara perayaan 1 Abad NU di Jawa Timur.

Dewan Perumus LBM PBNU, KH Kholili Kholil, yang juga Pengasuh Ponpes Canga'an, membocorkan beberapa hal yang akan dibahas para ulama se-Indonesia dalam bahtsul masail yang akan digelar Sabtu (4/2/2023).

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

"Ada beberapa hal yang akan dibahas, salah satunya pandangan fiqih tentang RUU Pengawasan Obat dan Makanan," jelas KH Kholili Kholil, Kamis (2/2/2023).

Ia melanjutkan jika terjadinya kasus gagal ginjal akut yang diketahui menimpa ratusan anak di Indonesia dalam beberapa waktu lalu, terus menjadi perhatian LBM PBNU.

"PBNU melalui LBM-nya dalam hal ini ingin mengusulkan beberapa hal-hal yang nantinya akan menjadi rencana undang-undang (RUU), untuk kemudian menjadi regulasi baru untuk Badan POM, Kementerian Kesehatan dan lainnya," lanjutnya.

KH Kholili menambahkan jika dalam bahtsul masail nanti akan membahas juga tentang konsep Al-I’anah ‘Ala al-Ma’shiyah.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Dalam konteks tersebut, setidaknya ada beberapa isu sensitif yang bisa dijadikan sebagai contoh. Misalnya seorang muslim bekerja di rumah milik non-muslim.

Di mana salah satu pekerjaannya adalah membersihkan perabotan dapur yang tersentuh makanan najis seperti babi, menjadi tukang dalam pembangunan gereja, bekerja sebagai pelayan di bar, menjadi kurir dari perusahan minuman keras, menyewakan rumah untuk kegiatan agama lain, atau sebuah perusahan menjual etanol kepada perusahaan pembuat minuman keras.

Bahkan dalam skala yang lebih luas. Misalnya menyangkut kerja sama antara negara mayoritas berpenduduk muslim dengan negara mayoritas penduduknya non-muslim.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Pembahasan ini berawal dari dilema para kerja muslim yang bekerja. Misal di pabrik bir atau di pabrik-pabrik yang secara syariat Islam tidak diperbolehkan, namun banyak menggantungkan hidup di sana," ungkapnya.

Hal menyangkut tentang keberpihakan PBNU terhadap para korban kekerasan seksual juga dibahas.

"Banyak masyarakat mengadu ke PBNU tentang minimnya regulasi tindak penanganan kekerasan seksual, yang mana secara dhohir sangat diskriminatif terhadap wanita," tandasnya.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.