Selasa, 09 Jun 2026 07:31 WIB

Jual Kalender, 8 Santri Gadungan Diamankan

jatimnow.com - Kasus penipuan oleh santri gadungan asal Demak di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri berakhir damai. Para pelaku mengakui perbuatannya dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan aksi tipu-tipu dengan mengatasnamakan pondok pesantren.

Ada 5 fakta menarik tentang kasus ini. Mulai penggunaan foto palsu, pemaksaan hingga meminta amal jariyah.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

1. Gunakan Foto Palsu, Keberadaan Pondok Pesantren Fiktif

Kalender yang dijual oleh pelaku dengan mengatasnamakan Pondok Pesantren Nurul Musthofa dipastikan palsu.

Pelaku menggunakan foto-foto palsu. Karena keberadaan pondok di Sragen seperti yang disebut dalam desain kalender 2023 itu fiktif. Pihak Nurul Musthofa yang hadir dalam pemeriksaan di Balai Desa Tugurejo membantah adanya pondok pesantren putra-putri seperti yang disebut oleh para pelaku.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Sejak kemarin malam sudah saya pastikan itu bukan pondok karena di sana tidak ada pondok putra-putrinya. Yang ada hanya musala dan ruangan-ruangan. Hari ini mbah kiai juga menyampaikan, mereka hanya rintisan pondok. Tapi pondoknya belum ada,” ujar Kepala Desa Tugurejo, Agung Witanto.

2. Bukan Santri, Hanya Pekerja

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

Berdasarkan hasil pertemuan hari ini, juga dipastikan bahwa mereka yang menjual kalender ini bukan santri. Delapan orang itu hanya karyawan yang direkrut oleh Yusuf, penggagas bisnis tipu-tipu ini. Satu di antaranya bertugas sebagai koordinator lapangan yang langsung bekerja di bawah Yusuf. Satu lainnya sebagai sopir.

Mereka mengenakan sarung dan kopyah layaknya santri pondok pesantren dan menawarkan kalender itu dari rumah ke rumah. Dalam praktiknya mereka kerap memaksa warga untuk membeli. Jika tidak, mereka tak sungkan meminta amal jariyah.

Editor : Rasta Fariz
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.