Kamis, 18 Jun 2026 02:48 WIB

Kabar Hoaks Penculikan Anak dan Penanganannya Menurut Pakar Media UM Surabaya

Pakar Media Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Radius Setiyawan (Foto: Dok. Radius)
Pakar Media Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Radius Setiyawan (Foto: Dok. Radius)

jatimnow.com - Kabar hoaks penculikan anak beberapa hari ini membuat resah masyarakat di Indonesia, salah satunya di Jawa Timur.

Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) sekaligus Pakar Media Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Radius Setiyawan menyebut, hoaks merupakan tindakan amoral di wilayah siber. Ia menyebut bahwa hoaks hadir dari sikap mental yang mengesampingkan integritas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurutnya, kemajuan teknologi yang mendengungkan kecepatan dan akselerasi seolah tidak memberikan pilihan ruang dan semua hal dipaksa mengikuti arus yang serba cepat, sehingga efeknya adalah kepanikan.

"Masyarakat seolah terseret ke dalam sebuah ruang yang memaksa mereka terperdaya oleh disinformasi dan misinformasi. Hal tersebut tergambar dari fenomena akhir-akhir ini soal penculikan anak. Banyak orang dibuat panik dan resah atas informasi tersebut. Padahal kebenarannya diragukan," ungkap Radius kepada jatimnow.com, Rabu (1/2/2023).

Radius menambahkan, penyebaran informasi hoaks terkait kasus penculikan anak menimbulkan keresahan bagi masyarakat, sehingga masyarakat perlu diingatkan agar tidak mudah panik, tetapi tetap waspada.

"Agar tidak mudah terprovokasi kabar yang beredar di media, cari lebih dulu kebenarannya. Masyarakat penting melakukan saring dulu sebelum sharing," tutur dia.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Radius yang juga dosen pengampu mata kuliah kajian media itu menegaskan bahwa pemerintah melalui aparat perlu memberikan jaminan akurasi informasi.

"Pemerintah melalui aparat harus memberi jaminan keamanan. Memberi informasi yang akurat ke masyarakat. Informasi tersebut harus dibarengi dengan jaminan rasa aman," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto memastikan bahwa sederet kabar penculikan anak yang tersebar luas di wilayah hukumnya adalah tidak benar alias hoaks.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dan untuk menghentikan meluaskan kabar hoaks itu, Toni sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan patroli siber. Juga memproses hukum siapapun yang menyebarkan kabar hoaks terkait peristiwa itu.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.