Kamis, 18 Jun 2026 18:23 WIB

Santri Gadungan Jual Kalender Ponpes Bodong: 5 Hari di Kediri, Untung Jutaan

Suasana mediasi di Balai Desa Tugurejo. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Suasana mediasi di Balai Desa Tugurejo. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus dugaan penipuan oleh santri gadungan yang menjual kalender 2023 pondok pesantren (ponpes) bodong di Desa Tugurejo, Kabupaten Kediri masih terus didalami pihak desa dan kepolisian.

Pagi ini, pengurus Musala Nurul Musthofa, Sragen yang dicatut oleh santri gadungan ini didatangkan ke Balai Desa Tugurejo untuk memperjelas duduk perkara ini.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Sebelumnya, Pemerintah Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mengamankan delapan orang yang diduga melakukan penipuan dengan modus menjual kalender 2023 atas nama pondok pesantren di Sragen. Satu di antaranya sopir.

Mereka mengenakan sarung dan kopyah layaknya santri pondok pesantren dan menawarkan kalender itu dari rumah ke rumah di Desa Tugurejo.

Saat diamankan, satu di antara mereka yang juga sempat datang ke rumah Kepala Desa Tugurejo, Agung Witanto, memberikan identitas dan keterangan yang berubah-ubah.

Saat dikroscek, Agung memastikan tidak ada pondok pesantren yang dimaksud dalam kalender itu. Hanya benar, ada musala dan ruangan-ruangan kosong.

“Saya bisa pastikan itu bukan pondok karena di sana tidak ada pondok putra-putrinya. Tiga pilar sudah memastikan juga dengan menghubungi langsung ke sana. Yang ada hanya musala dan ruangan-ruangan. Kemarin ditunjukkan juga videonya," kata Agung, Rabu (1/2/2023).

Aksi ini, lanjut Agung sudah dijalankan santri gadungan asal Demak itu di Kediri selama 5 hari. Keuntungannya mencapai jutaan.

Mereka membawa sekitar 1.000 kalender yang dijual dengan harga Rp25.000. Rinciannya, Rp6.000 untuk biaya cetak, Rp19.000 keuntungannya dibagi Rp12.000 untuk penjual dan Rp7.000 untuk koordinator lapangan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, 5 hari di Kediri, mereka sudah menjual sekitar 500 kalender. Jika ditotal, keuntungan mereka mencapai Rp9.500.000. Jumlah itu dipotong biaya sewa hotel dan mobil yang dibayarkan dari fee penjual. Kemarin saat diamankan, masih ada tumpukan kalender yang jumlahnya banyak.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

"Mereka menginap di hotel, ada di daerah kota dan menyewa mobil Sigra untuk jualan di Kediri," jelas Agung.

Yang meresahkan, mereka ada unsur pemaksaan setiap menjual kalender ini ke warga. Menurut Agung ada beberapa warga melaporkan soal aksi yang sama. Jika tidak dibeli, mereka meminta amal jariyah.

Lebih jauh, aksi ini sudah dilakukan para santri gadungan tersebut sekitar 3 tahun. Hanya saja pihaknya diduga juga tidak mengetahui soal keberadaan pondok tersebut. Mereka hanya pekerja.

Namun, Agung memastikan memang ada kerja sama antara musala Nurul Musthofa dan pihak penjual kalender. Untuk membantu donasi melalui cara ini. Namun nyatanya, nominal yang diberikan ke pihak musala hanya sedikit.

Mereka juga menambahkan keterangan palsu berupa pondok pesantren putra-putri yang bodong dan foto-foto bangunan lain di dalam kalender.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

“Jadi memang mereka ini pernah ada omongan ke musala yang dimaksud. Tapi dari keterangan pihak sana yang ditasarufkan (diberikan) ke musala hanya sedikit saja, keuntungan besarnya dipakai sendiri," terangnya.

Saat ini pihak desa dan Nurul Musthofa masih berdialog terkait kasus ini.

“Kami mengimbau untuk warga Desa Tugurejo dan umumnya Kabupaten Kediri mohon hati-hati bilamana ada penjual kalender atau meminta bantuan apapun agar cermat. Kalau memang betul-betul monggo silakan. Tapi pastikan dulu,” tandasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.