Jumat, 12 Jun 2026 03:07 WIB

KADIN Indonesia Siap Bawa ASEAN Jadi Episentrum Global

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 31 Jan 2023 16:16 WIB
Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid (Foto: KADIN for jatimnow.com)
Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid (Foto: KADIN for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bertekad membangun fondasi konektivitas regional di Kawasan ASEAN yang dilandasi pada 5 prinsip utama.

Lima prinsip utama (5P) itu adalah perdamaian (peace), kesejahteraan (prosperity), mengutamakan kepentingan masyarakat (people), pelestarian bumi (planet), dan kolaborasi (partnership). Dengan landasan itu, Kawasan ASEAN diyakini dapat menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi global yang memberi manfaat bagi semua negara anggota.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid setelah menerima tampuk pimpinan Keketuaan ASEAN BAC (Business Advisory Council) 2023 dari Keketuaan ASEAN BAC sebelumnya Kith Meng, yang juga sekaligus Ketua Umum KADIN Kamboja, pada malam seremoni serah terima di Jakarta, Senin (30/1/2023).

Setelah seremoni tersebut, KADIN Indonesia langsung menggelar pertemuan pertama ASEAN BAC, yang juga dihadiri Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Koperasi dan UKM Siti Azizah, Direktur Jenderal ASEAN Kementerian Luar Negeri Sidharto Suryodipuro, anggota ASEAN-BAC, dewan bisnis dan para champion sektoral dari seluruh dunia, serta jajaran pengurus KADIN Indonesia.

Arsjad mengatakan, ASEAN bukan lagi menjadi pinggiran karena dapat memainkan peran yang strategis dalam peta pertumbuhan ekonomi global saat ini. PDB negara-negara ASEAN telah menjadi lima terbesar di dunia atau sekitar US$3,36 triliun sejak 2021.

Salah satu indikasi terbesar adalah kerja sama dagang yang gencar dilakukan bersama Tiongkok yang mencapai nilai sekitar US$1 triliun, juga negara-negara lain dengan nilai yang hampir sama seperti Indo Pasifik.

Di pihak lain, dengan posisinya yang nonblok, ASEAN mempertegas posisi sebagai poros global, yang menyeimbangkan tarik menarik kekuatan ekonomi dan politik global di kawasan Indo Pasifik.

Hal ini diperkuat dengan mayoritas pertumbuhan ekonomi setiap negara yang tetap positif di masa sulit. ASEAN menjadi pasar produksi dan konsumsi global, serta magnet investasi yang menjanjikan bagi investor global ke depan.

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

"Melalui Keketuaan ASEAN BAC, kami ingin mempertegas posisi ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan sosial dan ekonomi global dengan sejumlah inovasi sebagai kendaraan, dan inklusivitas yang tidak dapat dinegosiasikan kembali. Pertumbuhan ekonomi harus dapat memberikan manfaat bagi semua negara anggota maupun secara global," ujar Arsjad dalam siaran pers yang diterima jatimnow.com, Selasa (31/1/2023).

Arsjad menegaskan, negara-negara ASEAN harus tampil solid sebagai kekuatan yang tidak saja menyeimbangkan kekuatan yang saling bertentangan, tetapi juga memberi pengaruh pada transformasi global dalam mencapai tujuan keberlanjutan. Hal ini tidak mungkin berjalan tanpa peran aktif negara-negara ASEAN untuk memperkenalkan, sekaligus menggiring masyarakat global untuk mengadopsi prinsip-prinsip 5P.

"Tentu saja kita menginginkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan untuk setiap negara anggota. Tetapi, kesakitan dunia saat ini tidak mungkin akan berhenti tanpa pengaruh yang kuat kekuatan kawasan seperti ASEAN. Perdamaian dan kesejahteraan menjadi hal yang fundamental, tetapi juga adalah hasil akhir dari cara kita merespon masyarakat, melestarikan bumi, dan membangun kemitraan yang inklusif. Ini yang akan kami dorong terjadi di ASEAN BAC 2023," papar dia.

Arsjad menambahkan, untuk mencapai tujuan itu, ada empat prioritas yang bakal dikedepankan di forum ASEAN BAC 2023. Keempat prioritas tersebut, antara lain transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan pemerataan di kawasan ASEAN, pembangunan berkelanjutan dalam rangka merawat bumi, ketahanan pangan dan kesehatan sebagai mitigasi atas krisis dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat, serta fasilitas perdagangan untuk menjamin pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Survei Konsumen BI Kediri: Keyakinan Terhadap Kondisi Ekonomi Menguat

"Dengan konektivitas yang kuat di antara negara-negara anggota, kita dapat mempengaruhi dunia. Komitmen negara-negara ASEAN terhadap keberlanjutan dapat mempercepat transisi global menuju ekonomi yang berbasis Net Zero Emission. Ini memang bergantung dari besarnya perdagangan, investasi, dan rantai pasokan kita di tingkat global. Saya ingin mengajak semua pihak untuk bergabung dalam membawa ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan global," sambungnya.

Seperti diketahui, setelah menjadi tuan rumah KTT G20 2022, Indonesia mendapat giliran untuk memimpin keketuaan KTT ASEAN.

"ASEAN Matters: Epicentrum of Growth" menjadi tema yang diangkat di konferensi tingkat tinggi tersebut. Sejalan dengan tema besar KTT ASEAN 2023, "ASEAN Centrality: Innovating towards greater inclusivity" menjadi tema yang dipilih dalam ASEAN BAC 2023.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.