Minggu, 14 Jun 2026 00:23 WIB

Minyak Goreng Subsidi di Jombang Dijual di Atas HET, Berapa?

Harga minyak goreng subsidi di Pasar Pon Jombang mulai merangkak naik. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Harga minyak goreng subsidi di Pasar Pon Jombang mulai merangkak naik. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Minyak goreng subsidi di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Sebut saja di Pasar Pon yang menjual minyak goreng subsidi di angka Rp 15.500 per liternya. Padahal HET minyak goreng subsidi Rp 14.000 per liternya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Suwito, pedagang minyak goreng Pasar Pon Jombang mengaku sengaja menjual minyak goreng di atas HET. Menurutnya harga tersebut disebabkan kenaikan harga dari pemasok, beberapa hari lalu.

"Kenaikan harga sudah terjadi sejak dua mingguan kemarin, naik Rp1000 per liternya, menjadi Rp 15.500, mas" ungkapnya, Selasa (31/1/2023).

Selain itu, ia menyebut jika stok di distributor saat ini mulai menipis. Sedangkan permintaan minyak goreng subsidi sangat banyak. Hal ini juga memengaruhi kenaikan harga minyak.

"Stok yang ada mulai berkurang, inilah yang menyebabkan harga minyak naik. Karena permintaan juga banyak. Sekarang cari barang juga susah," paparnya.

Hal senada diungkapkan Iwan pedagang Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang. Harga minyak goreng subsidi mulai merangkak naik, yang disebabkan stok di distributor menipis.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Stoknya sudah mulai menipis. Sekarang saja masih belum dapat kiriman lagi dari distributor," ungkapnya.

Untuk itu, ia sengaja menaikkan harga jual minyak goreng subsidi di atas HET.

"Kalau tidak dinaikan, ya tidak dapat untung. Karena dapatnya juga sudah mahal," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian atau Disdagrin Jombang, Suwignyo membenarkan kenaikan harga minyak goreng subsidi di atas HET.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Kami sudah melakukan pengecekan ke distributor kenapa harganya menjadi naik," katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil koordinasi dengan para distributor, naiknya harga minyak goreng subsidi di atas HET disebabkan adanya gangguan ke tingkat distributor. Menurutnya, hal inilah yang menyebabkan naiknya harga minyak goreng.

"Informasinya dipengaruhi cuaca. Akibatnya pengiriman minyak goreng menjadi terlambat. Tapi kami pastikan tidak ada kelangkaan minyak, hanya faktor pengiriman yang terhambat," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.