Selasa, 16 Jun 2026 16:45 WIB

Mengenal Tiga Guru Besar Baru Ubaya dan Orasi Ilmiahnya

Pengukuhan tiga guru besar baru Ubaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Pengukuhan tiga guru besar baru Ubaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Surabaya (Ubaya) mengukuhkan tiga guru besar (gubes) baru dari tiga fakultas berbeda, Senin (30/1/2023).

Pengukuhan digelar di Gedung Perpustakaan lantai 5, Kampus Ubaya Tenggilis Jalan Raya Kalirungkut, Surabaya.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Tiga guru besar baru yang dikukuhkan adalah Dr. Drs. Antonius Adji Prayitno Setiadi dari Fakultas Farmasi. Lalu Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto dari Fakultas Teknobiologi, dan Prof. Dr. Dedhy Sulistiawan dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika.

Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto menjelaskan, dilantiknya tiga gubes baru ini sebagai upaya menambah kualitas tri dharma perguruan tinggi.

Sekaligus implementasi program 55 profesor pada periode 2023-2027 yang diresmikan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri untuk pengembangan sumberdaya manusia di Ubaya.

"Pencapaian ini tentu menguatkan budaya pembelajaran, penelitian, pengabdian, serta berinovasi. Dengan banyaknya guru besar, Ubaya percaya ini adalah investasi yang terbaik untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks," jelas Benny.

Benny berharap, dengan bertambahnya jumlah profesor dapat meningkatkan riset-riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

"Sehingga, Ubaya bukan saja menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga menjadi pusat riset kelas dunia," harapnya.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Drs. Antonius Adji Prayitno Setiadi sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Farmasi menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul "Menyemai Paradigma Obat Mewujudkan Ketahanan Kesehatan".

Dari penelitian yang ia temukan, ketidakpahaman masyarakat tentang obat dan orientasinya menjadi beban yang harus ditanggung oleh masyarakat sendiri dan pemerintah.

"Hal ini membutuhkan strategi yang tepat baik secara individual maupun komunitas. Didukung pula dengan implementasi yang konsisten, dimonitoring, serta dievaluasi," jelas penerima Satyalancana Karya Satya XXX dari Presiden Republik Indonesia itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dia menambahkan, apoteker sebaiknya diberikan fasilitas untuk mengoptimalkan perannya dalam menyemai paradigma obat untuk mewujudkan ketahanan kesehatan. Juga sosialisasi dan edukasi paradigma obat serta orientasinya perlu dilakukan. Agar semua pihak dapat berpartisipasi mengatasi permasalahan paradigmatic penggunaan obat yang dijumpai sehari-hari.

Sedangkan orasi ilmiah kedua disampaikan Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto yang merupakan profesor di bidang Ilmu Bioteknologi. Ia membahas mengenai "Pengembangan Produk Pangan Fungsional-Arah Eksplorasi, Potensi Pasar, Kajian Ilmiah dan Tantangan Riset yang Ada".

Ia menerangkan, ada dua faktor utama yang membatasi berkembangnya pasar pangan fungsional, yaitu kurangnya kesadaran akan benefit kesehatan dan mahalnya harga produk pangan fungsional.

"Penting untuk lebih mengenalkan pangan fungsional kepada berbagai lapisan masyarakat. Potensi pangan fungsional seharusnya bisa diangkat sebagai upaya penyelesaian masalah pangan dan kesehatan di tingkat lokal, regional, nasional dan global," ungkap lulusan Ernst-Moritz-Arndt University of Greifswald itu.

Ia mengatakan, keberadaan definisi pangan fungsional secara formal penting untuk mengklarifikasi dan meningkatkan komunikasi antara ilmuwan pangan atau nutrisi, pembuat kebijakan, peneliti medis, dan publik di seluruh dunia.

Menurutnya, Indonesia perlu memposisikan diri untuk fokus mengembangkan segmen produk tertentu yang spesifik, memiliki nilai keterbaruan dan berbasis kekayaan lokal Indonesia. Sekaligus produk tersebut dikenal dan diminati bukan hanya oleh pasar Indonesia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sedangkan Prof. Dr Dedhy Sulistiawan yang merupakan guru besar bidang Ilmu Akuntansi menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul "New Economy: Benarkah Akuntansi Kehilangan Relevansinya?".

Berdasarkan data dan hasil pengujian, ia mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa akuntansi kehilangan relevansinya. Menurutnya, saat ini akuntansi bukanlah kehilangan peran, melainkan banyak alumni akuntansi yang berkarir di industri non-akuntansi.

"Hal ini membuat industri akuntansi dan audit mengalami kekurangan pasokan akuntan," imbuhnya.

Di sisi lain, kehadiran perusahaan new economy sebagai penopang utama revolusi industri 4.0 membuat pekerjaan akuntansi harus beradaptasi.

"Akuntansi adalah bahasa bisnis. Selama bisnis ada, maka akuntansi akan selalu beradaptasi dan tetap menjadi media informasi yang sangat berharga," ujar peraih The 2nd best paper, Asian Intellect for Academic Organization & Development Tahun 2022 tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.