Rabu, 17 Jun 2026 21:00 WIB

Sidak Megaproyek Jalan Empunala Kota Mojokerto, DPRD: Tidak Sesuai Spek

Anggota DPRD Kota Mojokerto saat sidak megaproyek Jalan Empunala (Foto: Karno for jatimnow.com)
Anggota DPRD Kota Mojokerto saat sidak megaproyek Jalan Empunala (Foto: Karno for jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD Kota Mojokerto menyebut megaproyek Jalan Empunala kota setempat dengan biaya Rp101 miliar tidak sesuai spek.

Komisi II DPRD Kota Mojokerto turun ke lokasi sebagai bentuk pengawasan dari legislatif terhadap kerja eksekutif. Dalam sidak itu, mereka menilai kondisi aspal di Jalan Empunala itu rusak dan bergelombang.

Baca Juga: Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

"Pekerjaan ini kami merasa tidak sesuai spek. Ini baru beberapa hari sudah rusak semua. Secara teknis kami tidak memahami, secara umum jalan ini baru berapa hari, artinya kami berhak meragukan kualitas tidak sesuai dengan spek," ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Agus Wahjudi Utomo, Senin (30/1/2023).

Agus menambahkan, spek yang tidak sesuai ini cukup terlihat jelas seperti kerusakan di beberapa titik konstruksi aspal yang bergelombang hingga retak-retak.

"Banyak yang ambles. Jalan ini sudah bergelombang, aspalnya begitu bisa dilihat sendiri, kualitasnya sangat buruk," ungkap Politisi Golkar ini.

Baca Juga: THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang

Agus sangat kecewa dengan kontraktor dari BUMN yang mengerjakan megaproyek dengan nilai sebesar Rp101 miliar tersebut.

"Kami sangat kecewa dengan kontraktornya yang awalnya dari BUMN. Kami percaya, tapi ternyata hasilnya seperti ini. Ini uang rakyat, dan ini tidak sedikit capai Rp101 miliar," tegasnya.

Baca Juga: Sidak Pasca Libur Lebaran, Tidak Ditemukan ASN Membolos di Tulungagung

Agus meminta agar pihak kontraktor memperbaiki aspal yang retak, jalan bergelombang, penutup drainase yang rusak.

"Ini harus dipertanggungjawabkan. Ini kategori jalan nasional, artinya sejak awal ada perhitungan-perhitungan di mana kalau dilewati pesawat terbang tidak hancur. Tolong diperbaiki semaksimal mungkin karena membahayakan masyarakat," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.