Senin, 22 Jun 2026 19:17 WIB

Kondisi Fisik Persik Kediri Ganggu Misi Balas Dendam, Siapa Lawannya?

Latihan terakhir Persik Kediri dihadapkan dengan masalah kebugaran yang dihadapi sejumlah pemain. (foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Latihan terakhir Persik Kediri dihadapkan dengan masalah kebugaran yang dihadapi sejumlah pemain. (foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Persik Kediri mengusung misi balas dendam dalam lanjutan Liga 1 musim 2022-2023. Hanya saja jelang bertolak ke bumi Kalimantan, pasukan Divaldo Alves ini harus dihadapkan dengan kenyataan pahit.

Tim berjuluk Macan Putih ini dihadapkan dengan gangguan fisik yang buruk. Praktis misi balas dendam yang diusung pemilik dua bintang ini cukup berat.
Lalu siapa lawan yang akan dihadapi? Siapa lagi kalau bukan tuan rumah Borneo FC yang akan dihadapi pada Senin (30/1/2023).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Kenalkan 5 Amunisi Baru, Eks Kiper PSM hingga Legenda Persik

Dalam latihan terakhir di Stadion Brawijaya Jumat (27/1/223), beberapa pemain Persik Kediri terlihat menepi. Sebut saja Rendi Juliansyah, Fitra Ridwan, Kartika Ajie dan beberapa nama lainnya menjalani latihan terpisah, dan dipandu fisioterapi serta dokter tim.

“Beberapa pemain merasa ada sedikit masalah. Kita tahu kemarin (sistem bubble), jadwal susah sekali, ada beberapa pertandingan yang jadwalnya mepet. Itu sebabnya ada beberapa pemain yang mulai merasa (ada masalah) sekarang,“ kata Pelatih Persik Divaldo Alves, Sabtu (28/1/2023).

Eks pelatih Persebaya 1927 itu berharap pemainnya segera pulih dan bisa merumput di laga penting itu.

“Kita berusaha menjaga situasi tim untuk pertandingan besok, agar mereka siap semua,” lanjutnya.

Masalah lain, bek kanan andalan Macan Putih, Agil Munawar harus absen karena akumulasi. Praktis, Divaldo harus memutar otak untuk menyiapkan peggantinya.

Baca Juga: Persik Kediri Lepas Yusuf Meilana Setelah 9 Tahun Bersama: Kami Doakan yang Terbaik

Sementara itu untuk menghadapi Borneo FC, Divaldo mengaku sudah mengantongi kekuatan tim berjuluk Pesut Etam. Beberapa pemain seperti Pato dan Stefano Lilipaly menjadi kewaspadaan tersendiri.

Pelatih asal Portugal itu bahkan sudah menyiapkan strategi khusus untuk meredam agresifitas asuhan Andre Gaspar.

“Kita siapkan transisi bertahan dan menyerang sesuai kekuatan Borneo FC, bagaimana transisi bertahan dan menyerang mereka,” jelasnya.

Baca Juga: Persik Kediri Lepas Striker Brazil Rodrigo Dias, 15 Laga Tanpa Gol

Di laga nanti, Persik Kediri mengincar poin maksimal demi membalas dendam setelah dipermalukan 1-2, di Stadion Brawijaya Kediri, 12 Agustus tahun lalu.

“Kita berangkat minimal mendapat satu poin, tapi harapan kita kalau tiga poin menjadi hal yang istimewa,” tandasnya.

Hari ini, Persik Kediri bertolak ke Samarinda. Laga kontra Borneo FC itu akan dilangsungkan di Stadion Segiri Samarinda, Senin sore.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.