Minggu, 14 Jun 2026 10:10 WIB

Menanti Matahari dengan Secangkir Kopi di Tepi Sawah Bojonegoro

Zacki saat di jumpai di Jl MH Thamrin tengah meracik kopi di warung mininya 'Kopi Candu' yang dibawa dengan motor jadul (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Zacki saat di jumpai di Jl MH Thamrin tengah meracik kopi di warung mininya 'Kopi Candu' yang dibawa dengan motor jadul (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Fenomena kopi sore mulai menjadi trend baru yang digemari remaja milenial di Bojonegoro. Sensasi menikmati secangkir kopi berlatar pemandangan alam, ditambah angin dengan nuansa redup menjadi panorama estetik yang tengah digandrungi di Kota Migas.

Tak heran sejumlah penjual kopi dadakan menjamur di mana-mana. Mulai di trotoar jalan seputar kota, di sejumlah jembatan, di beberapa waduk, hingga di pinggir jalan penghubung antardesa maupun kecamatan.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Sebutan kopi senja populer lantaran para penikmat dan penjual kopi keliling mulai berkumpul dan buka pada saat sore, yakni di kisaran pukul 15.00 WIB dan tutup sekitar pukul 18.00 WIB.

Para penjual kopi ini akrap dijumpai menjajakan dagangannya yang menggunakan motor jadul atau motor matic kekinian. Motor itu kemudian dimodifikasi dengan menambahkan box pada jok belakang, serta ditata sedemikan rupa untuk menyerupai warung kopi mini. Peralatannya cukup lengkap seperti kompor, teko dan berbagai pilihan minuman dalam kemasan.

Pengunjung juga disediakan alas berupa matras dan tikar. Untuk penyajiannya, penjual menggunakan cangkir dan cup cantik berlogo brand kedai kopi keliling yang dimiliki.

Salah satu penjual kopi, Rofiq warga Kecamatan Kalitidu mengungkapkan inspirasi memulai usaha berjualan kopi ini berawal dari temannya yang terlebih dahulu terjun memulai usaha jualan kopi keliling.

Dengan modal seadanya, remaja (16) tahun ini menyulap motor Honda Win 100 menjadi lapak kedai kopi sedarhana.

Kedai kopi berjalan milik Rofik setiap hari dapat dijumpai di jalan area persawahan Desa Sudu Kecamatan Gayam. Tepatnya di sebelah timur flyover gate ExxonMobil Limited.

Lokasi itu dia pilih karena menjadi tempat yang strategis. Menurutnya jalan tidak terlalu ramai, sekaligus dekat Jalan nasional Bojonegoro-Cepu-Ngawi.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Lapak Kopi Rakyat milik Rofik yang berada di Jalan area persawahana Desa Sudu Kecamatan Gayam tepatnya di sebelah timur flyover gate ExsonMobil Limited, (tangkap layar IG)Lapak Kopi Rakyat milik Rofik yang berada di Jalan area persawahana Desa Sudu Kecamatan Gayam tepatnya di sebelah timur flyover gate ExsonMobil Limited, (tangkap layar IG)

"Saya ingin menambah pengalaman dan menghasilkan uang sendiri, tidak merepotkan orang tua," ujar siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bojonegoro itu.

Hal serupa juga digeluti Zacki (23). Pemuda asal Desa Sarirejo, Kecamatan Balen itu juga menjajakan kopi keliling di seputaran Kecamatan/Kota Bojonegoro.

Menurutnya saat ini berjualan kopi keliling cukup potensial. Terlebih budaya 'ngopi' sudah menjadi hal yang wajib pada saat kumpul bersama.

"Ini baru pertama buka, karena memang suka ngopi bareng teman-teman. Jadi, ya buat warung kopi mini yang bisa dibawa ke mana-mana," jelasnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Terpisah, penikmat kopi senja Rizki mengaku kerap menghabiskan waktu sore bersama temannya. Menurutnya sensasi menikmati kopi di tepi jalan sambil melihat hamparan sawah adalah suasana yang baru.

"Suasana ngopi seperti ini ternyata cakep, difoto buat story medsos juga estetik. Harganya juga murah meriah, dari pada di cafe. Pokoknya asik," pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua Komunitas Creative Economy Center (CEC) Bojonegoro, Adib Nurdiyanto mengatakan kopi senja adalah wujud ekspresi dan eksistensi remaja di Bojonegoro yang rindu fasilitas ruang terbuka, sekaligus mewakili jiwa remaja dengan nuansa kekinian.

"Seperti halnya di kawasan Jl MH Thamrin Bojonegoro menjawab kerinduan tersebut, dan tentunya ini berdampak pada geliat ekonomi masyarakat yang berjualan kopi di sekitar area tersebut," kata Adip saat dikonfirmasi jatimnow.com, Jumat (26/1/2023).

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.