Jumat, 12 Jun 2026 11:51 WIB

Sembilan Mahasiswa Asing Belajar Membuat Jamu Kunyit Asam di Ubaya

Sembilan Mahasiswa asing dari tujuh negara belajar membuat jamu kunyit asam di Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya)/Foto: Fahrizal Tito
Sembilan Mahasiswa asing dari tujuh negara belajar membuat jamu kunyit asam di Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya)/Foto: Fahrizal Tito

jatimnow.com — Kekayaan Indonesia akan kesuburan tanahnya tak perlu diragukan lagi, termasuk bahan baku obat-obatan tradisional pun melimpah ruah di tanah air, sehingga dapat meningkatkan perkembangan ilmu dan teknologi serta kualitas hidup masyarakat Indonesia. 

Hal itu membuat sembilan mahasiswa asing dari tujuh negara yang sedang menjalani pertukaran pelajar dan menjalani program PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Surabaya. Sembilan mahasiswa asing itu terdiri dari Ceko, Slovenia, Belanda, Mesir, Ghana, Bulgaria, dan Perancis.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Di Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya), sembilan mahasiswa asing ini dipelajari cara membuat jamu tradisional.

Saat belajar mengolah jamu, mereka sangat antusias. Hal itu terpancar dari wajah sembilan mahasiswa asing itu. Mengenakan jas laboratorium, mereka tanpa canggung ketika diajarkan untuk mengupas dan memotong kunyit yang merupakan bahan baku pembuat jamu kunyit asam.

Dalam proses pembuatan jamu kunyit asam itu, mereka diminta mengenali kunyit dan jahe kemudian dibersihkan dan dihaluskan. Setelah halus, jahe, kunyit, asam, gula jawa dan garam dimasukkan ke dalam air. Setelah mendidih, saring ampasnya dan jamu kunyit asam siap dihidangkan.

"Baunya strong sekali. Tapi saya suka, karena di sana tidak ada tumbuhan kunyit seperti ini," celetuk Eva Casalova, mahasiswa asal Ceko itu, Rabu (8/8/2018).

Mahasiswi  berambut pirang itu juga mengakui sedikit kesulitan untuk membuat jamu, menurutnya proses membuat jamu yang diajarkan kepadanya juga baru pertama ia dapatkan selama kuliah.

"Ini pengalaman pertama saya untuk membuat jamu. Jadi, saya sangat antusias. Saya juga suka dengan aroma salah satu rempah yaitu jahe," ujarnya.

Usai membuat jamu, sembilan mahasiswa itu mencicipinya jamu hasil kreasinya. Marko Kocevar, mahasiswa asal University of Ljubljana, Slovenia juga mengungkapkan jika bisa mencari bahan rempah di negaranya. Makanya dia sangat tertarik untuk membuat jamu itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kata Dosen pembimbing, kunyit itu baik untuk liver, sedangkan gaya hidup saya yang suka minum alkohol dan itu bisa merusak liver, jadi menurut saya jamu kunyit ini cocok untuk saya minum. Meskipun rasanya agak aneh, tapi setelah meminum jamu, tubuh saya terasa lumayan segar," imbuh Marko.

Sementara itu, Lidya Karina, dosen pendamping dari Fakultas Farmasi Ubaya mengungkapkan kedatangan sembilan mahasiswa asing ke Ubaya itu sejak tanggal 22 Juli hingga 12 Agustus besok.

Dalam PKL-nya itu, mereka juga ditempatkan di apotek dan Rumah Sakit National Hospital Surabaya. Mereka juga diajari tentang jamu tradisional Indonesia beserta manfaat dan beragam jenisnya.

“Makanya kali ini kami mengajarkan mereka membuat jamu kunyit asam, karena jamu ini merupakan salah satu jamu tradisional di Indonesia yang relatif mudah prosesnya,” ungkapnya

Oleh karena itu, ia berharap dengan pengenalan jamu ini akan mengenalkan kekayaan dan budaya akan obat herbal. “Karena mahasiswa pertukaran budaya ini mahasiswa farmasi dari berbagai belahan dunia," pungkasnya. 

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Reporter: Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.