Kamis, 18 Jun 2026 07:14 WIB

Alpukat Kelud Siap Jadi Komoditas Unggulan Kabupaten Kediri

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 24 Jan 2023 07:37 WIB
Penampakan Alpukat Kelud di Desa Jambu. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Penampakan Alpukat Kelud di Desa Jambu. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Alpukat Kelud siap dikembangkan jadi komoditas unggulan di Kabupaten Kediri. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berencana mengembangkan salah satu tanaman hortikultura ini sebagai komoditas unggulan baru menyusul Nanas Pasir Kelud (PK-1).

Mas Dhito sudah melihat langsung alpukat tersebut dibudidayakan di dalam pot di Desa Wisata Jambu, Kecamatan Kayen Kidul. Mas Dhito juga mencicipi Alpukat Kelud usai memetiknya langsung bersama penggagas Desa Wisata Jambu, Agus Joko Susilo.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

"Kita akan pikirkan bagaimana industrialisasinya, karena kita sekarang lagi fokus industrialisasi nanas kelud (Pasir Kelud 1)," terang Mas Dhito, Senin (23/1/2023).

Alpukat Kelud ini yang memiliki bentuk besar panjang itu, lanjut Mas Dhito, diklaim menjadi salah satu jenis alpukat dengan daging buah terbesar di Indonesia. Dengan kelebihan inilah dirinya akan menjadikan Alpukat Kelud menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Kediri.

Mas Dhito menambahkan, selain ukurannya yang besar dan teksturnya yang lembut, pohon alpukat ini juga dinilai bebas dari hama ulat sehingga memungkinkan pesatnya pembudidayaan.

“Pohon tidak ada ulatnya, (Alpukat Kelud) salah satu buah dengan daging terbesar di Indonesia,” tambah Mas Dhito.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Sementara itu, Agus pembudidaya Alpukat Kelud mendukung penuh upaya Mas Dhito dalam mengembangkan buah ini. Menurutnya, alpukat dengan kualitas premium ini memang beda dengan jenis lainnya.

Sehingga, untuk menjadi komoditas unggulan akan berdampak besar pada sektor hortikultura Kabupaten Kediri. Yang mana, dengan pengembangan buah-buah lokal Kabupaten Kediri akan meningkatkan ekonomi.

“Alpukat Kelud (namanya) identik dengan gunung yang ada di Kediri. Saya dan masyarakat sangat bangga karena kualitasnya beda,” tutur Agus.

Baca Juga: Rakor Forkopimda di Jogja, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Kediri

Lebih lanjut Agus menuturkan penjualan Alpukat Kelud berbeda dengan alpukat pada umumnya. Jika alpukat biasa dijual per kilogram, namun untuk alpukat tersebut dijual bijian.

Sedangkan, berat Alpukat Kelud ini sendiri berada pada kisaran 1 hingga 2 kilogram per buahnya.

“Alpukat lain kita jual per kilo dengan harga Rp40-50 ribu. Alpukat Kelud ini kita jual beda. Satu buah Rp100 ribu,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.