Rabu, 10 Jun 2026 22:34 WIB

DPRD Surabaya Minta Kebijakan Stiker Keluarga Miskin Ditinjau Ulang

Penempelan stiker keluarga miskin di rumah warga Surabaya perlu ditinjau ulang. (foto: DPRD Surabaya for jatimnow.com)
Penempelan stiker keluarga miskin di rumah warga Surabaya perlu ditinjau ulang. (foto: DPRD Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meninjau ulang kebijakan penempelan stiker keluarga miskin.

"Sebenarnya banyak anggota dewan yang terkejut dengan kebijakan ini. Karena kebiasaan masyarakat kita, walaupun dengan segala keterbatasannya, tidak mau disebut miskin. Kenapa, karena kita masih punya martabat, punya harga diri. Itu sebabnya, atribut Keluarga Miskin itu perlu ditinjau ulang,” ujar Adi, Senin (23/1/2023).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Cak Awi, sapaan lekatnya, menyebut kebijakan penempelan stiker keluarga miskin tidak sesuai dengan komitmen Pemkot Surabaya dan DPRD.

"Komitmennya adalah dengan barcode. Karenanya saya berharap agar dikembalikan ke komitmen awal pada saat pembahasan yaitu penandaan berupa barcode,” jelasnya.

Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono. (foto: DPRD Surabaya for jatimnow.com)Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono. (foto: DPRD Surabaya for jatimnow.com)

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Pihaknya juga menyoroti warna stiker yang didominasi dengan warna merah, apalagi di tahun politik. Ia menyarankan untuk menggunakan warna yang netral.

"Warnanya silahkan jangan cuma warna merah. Karena banyak yang menanyakan mengapa warna merah, apalagi di tahun politik. Bisa abu-abu ungu atau putih. Netral sajalah,” imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu juga mengatakan, DPRD Surabaya tengah berkonsentrasi menyoroti pengurangan penerima bantuan permakanan untuk warga yang menyentuh angka Rp113 miliar.

"Seperti anak yatim yang menerima permakanan sekarang jumlahnya lebih sedikit. Ada indikasi yang menunjukkan mereka ini berubah statusnya, sehingga tidak lagi menerima per makanan. Begitu juga dengan lansia yang tidak mampu,” ujar Adi.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.