Minggu, 21 Jun 2026 19:05 WIB

Semburan Air di Ngawi Belum Berhenti, Ini Penjelasan Kementerian ESDM

dok. jatimnow.com
dok. jatimnow.com

jatimnow.com - Semburan air yang muncul sejak Minggu (5/8/2018) di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi memang sempat berhenti. Namun, kemudian menyembur lagi bahkan dengan kekuatan besar.

Namun, hal itu tidak membuat tim terkait menyimpulkan apapun. Kasubid Pendayagunaan Air Tanah, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Kementerian ESDM Budi Joko Purnomo mengungkapkan, ada sejumlah kemungkinan yang menyebabkan semburan air tanah tersebut masih muncul.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya memang belum bisa menyampaikan analisa secara komprehensif mengenai fenomena tersebut.

Baca juga: Sumur Milik Warga di Ngawi Semburkan Air dan Gas Setinggi 30 Meter

Tapi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh timnya, bisa dijelaskan mengenai kemungkinan penyebab terjadinya semburan air yang mencapai ketinggian kurang lebih 30 meter itu.

Ia mengaku, semburan yang terjadi bisa karena lokasinya. Karena secara geografis, lokasinya masih di sekitar lereng Gunung Lawu.

"Kan biasanya daerah gunung api memiliki aliran air di bawah tanah dengan tekanan tinggi. Itu analisa pertama," jelas Kasubid Pendayagunaan Air Tanah, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Kementerian ESDM Budi Joko Purnomo, Rabu (8/8/2018).

Baca juga: Semburan Air dan Gas di Ngawi, ini Analisa PVMBG Bandung

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Menurut Budi, bisa jadi itu disebabkan karena pori-pori akuifer atau lapisan tanahnya belum terbuka. "Lalu di sekitarnya ada getaran atau hal lain yang menyebabkan penutup pori-pori itu menjadi terbuka," paparnya.

Ia menjelaskan, misal ada pori-pori akuifer itu tertutup lumpur. Lalu ada getaran yang disebabkan dari aktifitas di sekitarnya misalnya lalu lintas di jalan tol, mengingat jarak semburan dengan proyek tersebut tak begitu jauh.

Atau dari getaran lain sehingga mengakibatkan lumpur penutup pori-pori akuifer itu terbuka dan air naik ke atas. ‘’Tapi sekali lagi itu hanya kemungkinan, lebih jelasnya setelah kita cek ke lapangan nanti,’’ ungkapnya.

Selain itu, ada kemungkinan lain yang menyebabkan terjadinya semburan air. "Bisa jadi dalam lapisan tanah itu terdapat sebuah penampungan air," urainya.

Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke RSUP Sardjito, Dorong Green Hospital

Namun demikian, Budi meminta warga menunggu hasil yang valid. Tentu itu didapat setelah tim turun ke lapangan untuk mencari data-data serta informasi selengkapnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.