Kamis, 18 Jun 2026 04:50 WIB

Ini Lokasi di Kota Kediri Terdampak Pembangunan Tol Kediri-Tulungagung

Patok kuning penandan tol Kediri-Tulungagung di depan Kantor DPRD Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Patok kuning penandan tol Kediri-Tulungagung di depan Kantor DPRD Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penetapan lokasi (Penlok) Tol Kediri-Tulungagung resmi dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Khusus di Kota Kediri, pembangunan itu akan memakan lahan seluas 765.000 meter persegi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri, Chevi Ning Suyudi memastikan, pembangunan itu akan berdampak terhadap sejumlah lahan milik warga hingga aset dari pemerintah daerah. Sejauh ini patok-patok kuning itu penanda lokasi itu sudah dipasang di sejumlah titik.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Total menurut Chevi, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang direalisasikan dengan sistem Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) itu akan melewati 8 kelurahan di Kota Kediri. Yakni Kelurahan Semampir, Bujel, Sukorame, Pojok, Mrican, Gayam, Ngampel, dan Mojoroto.

Untuk aset milik pemerintah, sementara ini menurut Chevi, ada sekitar 98 peta bidang tanah turut terdampak dalam proyek pembangunan jalan tol tersebut.

Di antaranya Kantor DPRD Kota Kediri, Palang Merah Indonesia (PMI), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP), Dinas Pendidikan, SDN Mrican 3 dan 4, serta TK Pembina Kelurahan Pojok.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

"Memang untuk Penlok ini kami di Pemda sedang mengidentifikasi, pertama tentunya adalah lahan pangan, kemudian bangunan-bangunan aset pemda termasuk nantinya ada beberapa jalan juga,” kata Chevi, Sabtu (21/1/2023).

Sementara itu, saat ini Pemerintah Kota Kediri juga tengah fokus terhadap penyiapan lahan baru untuk sejumlah bangunan terdampak pembangunan Tol Kediri-Tulungagung ini.

Untuk bangunan sekolah, TPA, KPU, dan PMI harus dipindahkan sebelum pembangunan karena mereka tidak akan bisa beroperasi pada saat pembangunan dimulai.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

"Itu tentunya harus ada bangunan baru seperti di SD Mrican 3-4 itu nanti juga harus direlokasi dulu, kemudian di TK Pembina Pojok, dan kantor PMI,” tambahnya.

Lebih lanjut, Chevi mengatakan, sesuai rencana, pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung itu akan dimulai pengerjaannya pada tahun 2023 ini. Saat ini proses pembangunan memasuki tahap pembebasan lahan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.