Minggu, 14 Jun 2026 12:40 WIB

Semburan Air dan Gas di Ngawi, ini Analisa PVMBG Bandung

dok.jatimnow.com
dok.jatimnow.com

jatimnow.com - Semburan air diduga tercampur gas yang terjadi di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi disebut sebagai sesuatu hal lumrah atau biasa oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Itu hal yang biasa terjadi. Sangat lumrah sekali," kata Kasubid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Bandung Sumaryono, Rabu (8/8/2018) melalui sambungan telepon kepada jatimnow.com.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Baca juga: Sumur Milik Warga di Ngawi Semburkan Air dan Gas Setinggi 30 Meter

Menurutnya, air yang menyembur ke atas permukaan itu biasanya disebabkan karena adanya tekanan pada akuifer (lapisan bawah tanah yang mengandung air). ‘’Kalau biasanya yang terjadi seperti itu, tapi untuk memastikannya mungkin perlu dicek kondisi airnya seperti apa,’’ tambahnya.

Ia mengaku, ada beberapa fenomena serupa yang terjadi di Indonesia. Ia menjelaskan, bahwa itu bisa saja terjadi karena saat pengeboran sumur menembus akuifer.

‘’Dan itu sudah biasa. Kalau mau ngebor sumur pasti yang dicari lapisan akuifer-nya itu,’’ jelasnya.

Apalagi, berdasarkan dari kejadian yang ada semburan air tersebut tidak disertai dengan lumpur. Hanya air tanah biasa yang jernih dan sedikit bercampur pasir. Sehingga kemungkinan fenomena itu terjadi akibat lapisan akuifer yang tertekan semakin besar.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Selain itu, untuk membuktikannya lagi bisa dilihat kondisi semburan air. ‘’Biasanya dalam waktu dua sampai tiga hari debit semburannya sudah mengecil,’’ ungkapnya.

Mengenai bau gas yang keluar bersamaan dengan semburan air itu, menurut Sumaryono juga merupakan hal wajar dan tidak berbahaya. Tapi, itu biasanya hanya terjadi pada daerah yang sebelumnya berupa rawa-rawa.

"Ya kalau kejadian sebelumnya, bau gas yang keluar bersamaan dengan semburan air biasanya hanya sesaat. Sedangkan untuk daerah lapisan berongga biasanya tidak disertai bau gas. Karena daerah rawa itu kan memang banyak gasnya,’’ ujarnya.

Kedepannya, Sumaryono berharap pihak terkait mengecek kondisi air. Misal Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke RSUP Sardjito, Dorong Green Hospital

"Jika air itu normal tidak asam bisa saja dimanfaatkan. Tapi kalau ada kandungan yang membahayakan ya jangan," katanya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.