Rabu, 17 Jun 2026 04:38 WIB

Tangis Haru Warnai Pemulangan Anggota Gengster Pelajar di Surabaya

Sejumlah orang tua terlihat menangis ketika anaknya yang tergabung gengster dipulangkan  di Polsek Wonocolo, Surabaya, Kamis (19/1/2023). (foto: Rama Indra Surya/jatimnow.com)
Sejumlah orang tua terlihat menangis ketika anaknya yang tergabung gengster dipulangkan di Polsek Wonocolo, Surabaya, Kamis (19/1/2023). (foto: Rama Indra Surya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tangis haru mewarnai proses pemulangan delapan pelajar yang tergabung dalam dua gengster ke orang tua masing-masing.

Sejumlah orang tua hanya bisa menangis ketika anak-anaknya meminta maaf sambil bersimpuh, dan dibebaskan dari hukuman di Polsek Wonocolo, Surabaya, Kamis (19/1/2023)

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Delapan pelajar tergabung dalam dua gengster yang masing-masing Pasukan Lima Menit dan Tim Orang Sinting. Selain itu, ke-8 anggota ini berasal dari Surabaya dan Pasuruan.

Kapolsek Wonocolo, Kompol Bayu Halim mengatakan, pemulangan ini sebagai warning kepada para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya.

"Mereka ini adalah aset generasi penerus, yang harus dijaga dan diarahkan ke arah yang lebih baik," kata Bayu, Kamis (19/1/23).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Delapan pelajar anggota gangster ini ditangkap saat sedang berpesta minum miras jenis ciu. Bahkan diketahui jika delapan pelajar ini bersiap menggelar tawuran dan diketahui membawa dua celurit berukuran raksasa dan satu celurit palsu.

"Bapak dan Ibu, kejadian ini jangan sampai kembali terulang. Dan saya ingatkan adik-adik bila terulang tidak bisa lagi kami toleransi," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Adapun inisial pelaku yang dipulangkan ialah ANA (17), MA (16), MH (15), WG (16), SM (17), yang berasal dari Pasuruan. Sedangkan pelajar asal Surabaya masing-masing berinisial GZ (16) Nginden, FL (15) Jalan Manyar Sabrangan, SL (15) Kuntisari.

"Ke depan, anak anak ini akan kita lakukan pembinaan, dikarenakan masih di bawah umur. Selanjutnya akan diberi pembinaan di sekolah masing-masing," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.