Kamis, 18 Jun 2026 08:01 WIB

Belajar Kreatif di Balik Penjara, Siapkan Diri Kembali ke Masyarakat

David Novian memegang miniatur di lapak depan Lapas Kediri (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
David Novian memegang miniatur di lapak depan Lapas Kediri (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Miniatur motor gede berbahan kayu setengah jadi itu dipegangnya dengan tangan kiri. Setelah memutar ujung topinya ke belakang, matanya fokus sembari tangan kanannya menyapukan kuas berwarna merah membentuk motif api di bagian tangki.

Sebulan terakhir, David Novian Pamungkas bergelut di bengkel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Kediri. Pemuda 25 tahun itu tengah sibuk menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat tahun ini.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Tiga tahun terakhir David mendekam di balik jeruji Lapas Kediri karena kasus perlindungan anak. Tahun ini dia akan segera bebas melalui program asimilasi rumah.

Pria asal Desa Bangsongan, Kabupaten Kediri itu mengaku bersyukur dengan program kemandirian ini.

"Ya alhamdulillah, bisa untuk bekal saya nanti ketika keluar dari sini. Saya akan coba buka usaha kerajinan ini," ungkap David, Kamis (19/1/2023).

Selain miniatur motor gede, tangan kreatif David juga mampu menghasilkan miniatur barongan, helikopter dan kapal pinisis. Juga kerajinan berupa alat-alat rumah tangga seperti gelas dari batok kelapa, centong dan talenan kayu.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Bersama dua napi lain yang baru saja bebas, David belajar secara otodidak, dibimbing petugas Lapas.

"Ya masih terus belajar. Karena memang butuh telaten terutama untuk melukisnya ini," tutur David.

Sejauh ini, kerajinan kriya hasil tangan kreatif David sudah laku di lingkungan Lapas Kediri.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Pihak Lapas juga sudah mulai memasarkannya ke masyarakat luas dengan membuka lapak di depan kantor Jalan Jaksa Agung Suprapto, Mojoroto, Kota Kediri. Harganya mulai Rp12 hingga 45 ribu.

Sementara Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kediri, Denie Kamiswara mengatakan, ini merupakan program yang sudah berlangsung satu bulan. Ke depan mereka juga akan mengajak warga binaan lain dalam program baru ini.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat membentuk kemandirian warga binaan, yang nantinya dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha ketika mereka bebas.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.