Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

Ribuan Ikan di Telaga Ngebel Ponorogo Mati, Mencuat Dugaan Akibat Belerang

Ikan di Telaga Ngebel Ponorogo yang mati mendadak (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Ikan di Telaga Ngebel Ponorogo yang mati mendadak (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petugas dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo akan mengambil sampel air untuk diteliti, menyusul matinya ribuan ikan di Telaga Ngebel.

"Belum bisa memastikan belerang atau sampah organik yang terendam di telaga, karena belum cek air," ujar Analis Pelestarian dan Perlindungan Ikan, Dipertahankan Ponorogo, Nur Dian Aban, Senin (2/1/2023).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dian mengatakan, timnya saat ini masih akan mengambil sampel air di Telaga Ngebel untuk memastikan penyebab matinya ribuan ikan itu. Sebab biasanya, belerang di telaga itu baru muncul pertengahan tahun, antara Agustus, September atau Oktober.

"Sedangkan ini awal tahun. Karena tahun-tahun sebelumnya Agustus atau September. Makanya saya bilang harus dicek dulu airnya," terangnya.

Menurut Dian, tanda-tanda ikan terkena semburan belerang adalah sesaat sebelum mati mereka naik ke atas. Bisa juga lantaran cuaca sedang mendung, sehingga minim sinar matahari.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Ikan itu kan juga makhluk hidup, sehingga kalau terkena hujan terus tanpa ada matahari bisa saja itu belerang keluar," papar dia.

Dian menjelaskan bahwa para petani dipastikan merugi jutaan rupiah, karena ikan-ikan tersebut merupakan stok untuk awal tahun. Apalagi pengunjung di Telaga Ngebel saat ini sangat terdampak wahana baru Water Fountain.

"Pembudidaya atau petani ikan di Telaga Ngebel sudah antisipasi menyelamatkan yang masih tersisa. Dibawa ke kolam atau penampungan," pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

 

Reporter: Ahmad Fauzani

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.