Rabu, 17 Jun 2026 22:00 WIB

Mas Ipin Napak Tilas Gerilya Jenderal Sudirman: Isi Usia Muda dengan Hal Baik

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat melepas peserta napak tilas rute Jenderal Sudirman (Foto-foto: Dok. Dinas Kominfo Trenggalek)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat melepas peserta napak tilas rute Jenderal Sudirman (Foto-foto: Dok. Dinas Kominfo Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) memberangkatkan peserta napak tilas rute gerilya Jenderal Sudirman, Rabu (28/12/2022).

Dalam momentum napak tilas ini, Mas Ipin mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi masa muda dengan kegiatan yang baik.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Mas Ipin mengatakan, Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu jalur atau rute perang gerilya yang digalakkan Jenderal Sudirman dalam mengusir penjajah.

Diharapkan napak tilas ini sebagai sarana refleksi generasi penerus bangsa, dan menghargai jerih payah para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Saya hanya bisa bahagia saat ini, karena bisa mengikuti napak tilas jejak gerilya Jenderal Sudirman," ujar Mas Ipin.

Jenderal Sudirman sendiri melakukan perang gerilya di usai yang masih sangat muda. Panglima besar ini diketahui lahir pada Tahun 1916 dan menjalankan strategi perang gerilya di Tahun 1949 saat berusia sekitar 33 tahun.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Perang gerilya ini menandai kokoh bertahannya NKRI. Karena setelah kita memproklamirkan kemerdekaan di Tahun 1945 upaya asing untuk memecah belah Indonesia dan tidak melegitimasi kemerdekaan Indonesia masih terjadi," tutur Mas Ipin.

Menurut Mas Ipin, kalimat gerilya berasal dari bahasa Spanyol yang berarti perang-perang kecil. Dengan pasukan yang tidak dilengkapi persenjataan canggih, saat itu mereka mampu membuat kerugian yang sangat besar.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Musuh merasakan kepayahan dan keletihan yang sangat luar dalam perang gerilya ini. Meskipun secara gerilya, perang kecil-kecil ini dapat memberikan dampak yang ditimbulkan cukup luar biasa.

"Lakukan gerilya di desa-desa kita. Muda kita belum tentu, namun tua kita sudah pasti. Maka dari itu kita manfaatkan usia muda ini dengan sebaik mungkin," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.