Selasa, 16 Jun 2026 12:29 WIB

Perayaan Tahun Baru 2023, Ingat Pesan Gubernur Khofifah, Rek...

Gubernur Khofifah saat ditemui di Hotel Mercure Grand Mirama (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Gubernur Khofifah saat ditemui di Hotel Mercure Grand Mirama (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Forkopimda telah menyepakati beberapa aturan untuk menyambut perayaan malam Tahun Baru 2023. Salah satunya dengan melakukan penyekatan di beberapa titik di Surabaya.

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, penyekatan di beberapa titik di Kota Pahlawan telah ia sampaikan pada Wali Kota Eri Cahyadi. Tujuannya, untuk menghindarkan konvoi antar-kota untuk meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan.

Baca Juga: Foto: Surabaya Bersolek Kuda Api Jelang Imlek 2577

"Untuk tahun baru ini memang sempat dibahas pada saat Rakor di Mapolda Jatim, pada tanggal 21 lalu. Kegiatan-kegiatan akhir tahun juga akan dibatasi, tidak bisa sampai pagi dan terlalu padat," ucap Khofifah saat ditemui di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Selasa (27/12/2022).

Khofifah menyarankan, agar perayaan Tahun Baru 2023 tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Cukup dengan doa bersama dan diselenggarakan di dalam desa atau kampung-kampung.

Baca Juga: Pasokan Energi Aman, Pertamina Resmi Tutup Satgas Natal dan Tahun Baru

"Diharapkan memang kita masih menjaga protokol kesehatan bersama-sama, untuk itu konvoi belum dibenarkan," imbuh Mantan Mensos RI itu.

Untuk itu, Pemprov Jatim akan menggelar selawat dan dka bersama di Masjid Al-Akbar Surabaya, untuk menatap Tahun Baru 2023 yang lebih baik kedepannya. Selawat bersama akan dimulai setelah Ashar, pada 31 Desember 2022, Khofifah juga mengundang warga untuk bergabung.

Baca Juga: PGN Sukses Amankan Pasokan Gas Bumi Selama Periode Nataru

"Ba'da salat ashar langsung kita mulai sholawat bersama menyambut tahun baru 2023, teko rek, di Masjid Agung Al-Akbar," ucap Khofifah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.