Senin, 22 Jun 2026 06:34 WIB

Tolong... Bayi Tanpa Batok Kepala di Ponorogo Butuh Bantuan

Tiara, bayi tanpa batok kepala. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Tiara, bayi tanpa batok kepala. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sungguh malang nasib bayi di Kabupaten Ponorogo ini. Tiara, anak dari pasangan Tulus Heri Siswono (24) dan Maya Mujayani (21) warga Dusun Tunggur Desa Karangan, Badegan, lahir tanpa batok kepala serta bibir sumbing.

Kelainan yang diderita Tiara sebenarnya sudah terdeteksi sewaktu USG usia kehamilan 7-8 bulan di salah satu dokter spesialis kandungan di Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"USG di usia 7-8 bulan dikasih tahu kalau ada kelainan. Di dalam perut tidak punya batok kepala, langsung disuruh operasi," ujar Maya Mujayani, Selasa (27/12/2022).

Namun operasi urung dilakukan, karena Maya ingin melahirkan secara normal, menunggu hingga usia kehamilan 9 bulan.

"Terus ke bidan tapi ndak buka-buka jalannya (belum bisa keluar dari rahim). Terus ke RSU Muslimat untuk operasi," lanjutnya.

Awalnya Maya tidak mengetahui kondisi dari bayinya setelah melahirkan, hanya sang suami yang diberitahu kondisi si kecil.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Begitu lahir, pertama kali saya tidak tahu, yang diksih tahu hanya ayahnya. Terus saya pulang anaknya masih dirawat di sana," terangnya.

Setelah dirujuk ke RSUD Hardjono Ponorogo, dan dirawat selama 22 hari, Maya baru mengetahui kondisi bayinya dan disarankan untuk operasi ke salah satu klinik di Jakarta.

"Disuruh operasi di salah satu klinik di Jakarta. Namun kemungkinan hidup si bayi tidak akan lama," katanya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Setelah berembug dengan keluarga, akhirnya diputuskan Tiara akan dirawat dulu di rumah. Maya menyadari bahwa operasi medis adalah jalan terbaik. Namun keluarganya terkendala dengan biaya, dan belum tersentuh bantuan dari pemerintah setempat.

"Belum dikasih tahu habisnya berapa, tapi kalau 10 juta lebih kalau dibawa ke Jakarta, dan itu berat bagi kami," terangnya sambil terisak-isak.

"Harapan saya sebagai ibu, pengen dia sembuh dan sehat seperti anak-anak yang lain," pungkasnya. (Ahmad Fauzani)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.