Selasa, 16 Jun 2026 11:36 WIB

Aksi Pembentangan Spanduk Intoleran di Surabaya Dibubarkan Polisi

  • Penulis :
  • | Sabtu, 24 Des 2022 21:42 WIB
Aksi pembentangan spanduk intoleran di Surabaya yang dibubarkan polisi (Foto-foto: Ist)
Aksi pembentangan spanduk intoleran di Surabaya yang dibubarkan polisi (Foto-foto: Ist)

jatimnow.com - Aksi sekelompok orang berpakaian serba hitam yang membentangkan spanduk bertuliskan nada intoleran di depan Kapas Krampung Plaza Mall (Kaza), Jalan Tambak Rejo, Simokerto, Surabaya dibubarkan polisi, Sabtu (24/12/2022).

Aksi intoleran itu dibubarkan oleh anggota Satintelkam Polrestabes Surabaya, sekitar pukul 15.30 WIB, Sabtu (24/12/2022).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kelompok yang membentangkan spanduk intoleran itu mengaku dari Jemaah Ansharu Syariah. 12 orang yang terlibat, membentangkan spanduk bertuliskan 'Fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016', 'Atribut Natal Haram Untuk Umat Islam' dan 'Tolak Atribut Natal untuk Karyawan Muslim'.

Dari beberapa orang yang terlibat dalam aksi tersebut, tampak dua anak di bawah umur.

Selain membentangkan sepanduk, mereka juga membagikan selebaran kepada pada pengendara motor yang sedang mengantri saat traffic light merah.

Pembubaran aksi intoleran itu juga dibenarkan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, Kompol Edi Hartono.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dia menyebut bahwa aksi yang dilakukan sekitar 12 orang dari kelompok Jemaah Ansharu Syariah itu tidak mengantongi izin kepolisian.

"Aksi tersebut dibubarkan oleh Unit Khusus Sat Intelkam Polrestabes Surabaya, karena kegiatan tidak ada izin resmi Polrestabes Surabaya," ungkap Edi saat dikonfirmasi jatimnow.com, Sabtu (24/12/2022) malam.

Selain itu, lanjut Edi, aksi itu dapat menimbulkan polemik serta mengganggu kerukunan antar umat beragama di Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Aksi yang disampaikan oleh kelompok JAS Muderiyah Surabaya tidak berlangsung lama karena kami hentikan. Kegiatan tanpa izin ini kita dianggap dapat menimbulkan polemik serta mengganggu kerukunan antar umat beragama di Surabaya," paparnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat Surabaya tidak melakukan aksi intoleran atau tindakan yang dapat menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Kami imbau masyarakat Surabaya agar bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan. Supaya kita dapat hidup rukun berdampingan bersama," tegasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.