Rabu, 17 Jun 2026 17:50 WIB

Kendalikan Harga Pangan, Pemprov Jatim Gelontorkan 300 Ton Beras

Pasar murah yang dibuka Pemprov Jatim diharapkan bisa mengontrol harga kebutuhan. (foto: Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Pasar murah yang dibuka Pemprov Jatim diharapkan bisa mengontrol harga kebutuhan. (foto: Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan antisipasi terjadinya inflasi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan tahun baru. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar guna mengontrol harga kebutuhan pangan.

Plt Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Iwan memastikan program operasi pasar tetap berlangsung pada hari Natal dan tahun baru 2023.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Melihat hal itu, Pemprov Jatim menambah stok bahan pokok dalam pasar murah saat Natal, yang meliputi 300 ton beras, 40 ribu liter minyak goreng, dan 30 ton gula.

"Sejauh ini warga Jatim masih membutuhkan program tersebut," katanya, Jumat (23/12/2022).

Sebelumnya, Pemprov Jatim telah memperkuat ketersediaan bahan pokok guna mengendalikan harga. Harapannya daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mengontrol inflasi agar tidak terlalu tinggi.

Penggelontoran kebutuhan bahan pokok pokok berlangsung di 25 pasar tradisional di Jawa Timur. Selain itu, pedagang yang menjadi mitra turut melayani masyarakat untuk menjaga ketersediaan barang pada Nataru.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Sementara itu, Direktur Utama PT Jatim Grha Utama (JGU), Mirza Muttaqien, selaku pelaksana program menjelaskan bahwa operasi pasar yang digelar sejak akhir September lalu mendapat respons positif dari masyarakat.

"Terbukti, penjualan bahan pokok melalui program tersebut cukup besar," katanya.

Hingga hari ini, beras yang terjual sekitar 1.300 ton, disusul minyak goreng 435 ribu liter lebih, gula 281 ribu kilogram lebih, bawang merah 3 ribu kilogram lebih, dan cabai rawit 7oo kilogram lebih. Jumlah itu dipastikan bakal bertambah, lantaran program masih berlangsung dan kebutuhan masyarakat masih cukup besar.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Sebelumnya, program yang merupakan perwujudan inisiatif, kolaborasi, dan inovasi (IKI) itu mendapat apresiasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. Momentum penerapan program tersebut sangat tepat, yakni mengontrol harga pascakenaikan harga BBM.

Berdasarkan catatan BPS Jatim, inflasi pda bulan November sebesar 0,34 (mtm) yang dipicu naiknya indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,38 persen. Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 9,12 persen.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.