Minggu, 14 Jun 2026 17:27 WIB

Seniman Tuban Curhat Pandemi Covid-19 dalam Lukisan

jatimnow.com - Covid-19 yang menghantam dunia dalam dua tahun melumpuhkan segalanya. Semua aktivitas rutin dilakukan terbatas. Masalahnya cukup banyak jatuh korban hingga petugas medis kewalahan.

Akibatnya semua kegiatan dilakukan secara daring. Sebut saja pendidikan, pekerjaan, hingga bisnis harus dilakukan tidak dengan tatap muka. Hal ini untuk menghindari penularan virus corona yang begitu cepat dan massif.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Kesedihan itu dituangkan dalam goresan lukisan Najib Amrullah. Uneg-uneg itu digambarkan pelukis asal Tuban itu dalam bentuk pameran tunggal di Galeri Raos, Kota Batu.

Ini merupakan pameran tunggal ke-10 yang dilaksanakan selama enam hari, terhitung 17-23 Desember 2022, dengan memajang 23 karya.

Tema tersebut diangkat kondisi yang terjadi akibat gelombang Covid-19. Bahkan ia dan keluarga menjadi penyintas dan langsung terpapar hingga merenggut nyawa orang-orang tercintanya.

"Waktu itu saya sangat terpukul. Sebab istriku, ibuku, paman dalam seminggu tiba-tiba tidak bisa menemani kami selama lamanya," ungkapnya, Jumat (23/12/2022).

Salah satu pengunjung menikmati lukisan karya Najib Amrullah. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow)Salah satu pengunjung menikmati lukisan karya Najib Amrullah. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow)

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Oleh karena itu dalam kegalauan akut, Najib menuangkannya dalam bentuk goresan di atas kanvas untuk menghibur diri. Hal itu ia lakukan untuk terapi psikis dan curahan hati agar terlampiaskan.

Pengalaman tersebut nampak dari goresan cat dalam lukisan ikan-ikan yang diam membisu membeku dan membatu. Ikan ikan dalam lukisan menunjukkan seperti bangkai, zombie dan keropos.

"Di sisi lain, pameran yang gelar sebagai tanggung jawab profesi yang saya geluti untuk menyapa. Ini menunjukkan bahwa saya tetap tegak berdiri di terpa topan badai, di terjalnya kehidupan, di sebuah kelokan tajam dalam fase perjalanan hidup," ujarnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Ia menerangkan, lukisan yang dipamerkan memiliki banyak arti seperti jalan begitu lapang, mulus dengan pemandangan begitu indah, kadang melewati tanjakan, menurun jalanan yang terjal. Pun juga melewati keadaan berbahaya di saat melewati jalan kelokan tajam.

"Di posisi itulah ungkapan dari fase hidup yang saya rasakan dua tahun terakhir ini saya tumpahkan dalam puluhan karya lukisan di galeri raos," tuturnya.

Bahkan dalam pameran, salah satu lukisannya berjudul 'Imajinasi Dalam Koloni' laku terjual ke Amerika seharga puluhan juta rupiah.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.