Kamis, 18 Jun 2026 22:12 WIB

TPS Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Peti Kemas Jelang Nataru

  • Penulis :
  • | Kamis, 22 Des 2022 07:56 WIB
TPS memastikan peralatan pendukung dalam kondisi baik untuk mengantisipasi lonjakan arus impor. (foto TPS for jatimnow.com)
TPS memastikan peralatan pendukung dalam kondisi baik untuk mengantisipasi lonjakan arus impor. (foto TPS for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) telah melakukan beberapa antisipasi lonjakan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak jelang Nataru.

Salah satu penyebabnya adalah pembatasan kegiatan operasional angkutan barang di sejumlah ruas jalan yang diberlakukan pemerintah. Hal ini diperkirakan berimbas terjadinya penumpukan peti kemas di pelabuhan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Plt Direktur Utama Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Bambang Hasbullah menyatakan telah menyiapkan beberapa skema, serta memastikan performa dengan menjadwalkan maintenance rutin alat bongkar muat.

“Kita sudah mengatur slot lapangan penumpukan, dengan menyiapkan blok-blok penumpukan sementara, khususnya untuk peti kemas impor yang diperkirakan akan terjadi penumpukan, seiring diberlakukannya pembatasan operasional angkutan barang,” kata Bambang dalam siaran pers, Rabu (21/12/2022) malam.

Selain itu, pihaknya juga memastikan sejumlah alat seperti Container Crane (CC), Rubber Tyred Gantry (RTG), head truck maupun alat bongkar muat lainnya dalam kondisi baik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

TPS juga melakukan perbaikan paving yang bergelombang di beberapa blok lapangan penumpukan. Review terhadap sistem Terminal Operating System (TOS) juga dilakuan oleh tim operasional, planning dan IT TPS, sebagai upaya preventif atas risiko terjadinya kendala pada sistem.

Bambang Hasbullah menambahkan kebutuhan reefer plug jelang Nataru tahun ini diprediksi naik 3 persen dibanding periode tahun sebelumnya.

“Kami menyediakan 1.448 unit reefer plug untuk mengantisipasi lonjakan arus barang. Saya kira jumlah tersebut sudah aman,” ungkap Bambang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sampai dengan November 2022, arus peti kemas yang ditangani entitas di bawah Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) ini mencapai 1.245.283 TEU’s. Jumlah itu terdiri atas peti kemas internasional 1.177.616 TEU’s dan peti kemas domestik 67.667 TEUs.

Diprediksi arus peti kemas kurang menggembirakan sampai dengan akhir tahun. Hal ini sejalan dengan kondisi eksternal yang disebabkan pemerintah China yang masih memberlakukan lockdown, berlanjutnya perang Rusia-Ukraina, serta krisis ekonomi global.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.