Sabtu, 20 Jun 2026 23:18 WIB

Ribuan Pesilat Berlaga Piala Sri Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam

Pesilat saat bertanding di Piala Sri Sultan Hamengku Buwono. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pesilat saat bertanding di Piala Sri Sultan Hamengku Buwono. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan pesilat berlaga di Kejuaraan Nasional Pelajar VI Silat Perisai Diri di GOR Gajah Mada, Kota Batu, 18-22 Desember 2022.

Kejurnas itu memperebutkan Piala Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk tingkat SMA dan Piala KGPAA Paku Alam X untuk tingkat SMP dan SD.

Baca Juga: Mahasiswi UIN KHAS Jember Raih Perunggu di Ajang Kejurprov IPSI Jatim 2026

Ketua Panitia, Agus Zailudin mengatakan total ada 1.377 peserta terdiri dari 804 putra dan 573 putri berasal dari 248 sekolah yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur mengikuti kejurnas.

"Kejurnas ini sangat berarti bagi para pelajar pasca-pandemi Covid-19. Ketika sekolah sudah berlangsung tatap muka dan kegiatan ekstra kurikuler termasuk pencak silat mulai diizinkan maka kami juga mulai menggelar kejurnas pelajar yang telah kami mulai sejak tahun 2012 silam," katanya, Selasa (20/12/2022).

Untuk nomor-nomor yang dipertandingkan adalah tanding bebas Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), tanding versi Perisai Diri, kerapian teknik tangan kosong, kerapian teknik bersenjata, dan seni tunggal IPSI.

Baca Juga: Warisi Darah Pesilat, Kakak Beradik asal Kediri Ukir Prestasi hingga Nasional

Sementara itu, Ketua Harian Perisai Diri, Nyoman Yamadiputra mengatakan pihaknya ingin memberikan 3 kontribusi pertama yaitu ingin menjadikan sport tourism sehingga yang disasar daerah wisata seperti Kota Batu.

"Kedua yaitu perisai diri ingin mendapatkan lebih banyak lagi atlet untuk mewakili bangsa dan negara. Terbukti saat ini ada beberapa atlet Perisai Diri yang sudah mengikuti SEA Games kemudian di Asian Games," ujarnya.

Ketiga bagaimana Perisai Diri bisa memberikan contoh kepada semua khalayak. Meskipun pencak silat olahraga saling memukul namun bisa tetap rukun semua.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Ajang ini merupakan wadah silaturahmi berkumpul dan menjaga kerukunan antara satu dengan yang lain. Sehingga dengan adanya event ini kita di persaudarakan dan menjadi keluarga sembari mengejar prestasi," ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dispora) Jawa Timur, Pulung Chausar berharap Kejurnas ini bisa menjadikan ajang pencarian bibit-bibit unggul serta ajang silaturahmi.

"Selain prestasi kerukunan juga tercipta untuk pencak silat Indonesia. Apalagi silat merupakan budaya bangsa yang harus dilestarikan, dijaga, dan dikembangkan," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.