Minggu, 14 Jun 2026 04:27 WIB

Ada Kabar Air Laut Naik, Warga Mataram Mulai Bergerak Mengungsi

  • Penulis :
  • | Minggu, 05 Agu 2018 19:37 WIB
Ilustrasi gempa/istimewa
Ilustrasi gempa/istimewa

jatimnow.com - Sejumlah warga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan pingsan akibat dikejutkan gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter, Minggu, pukul 18.46 Wita.

Pusat gempa terletak di 8,3 lintang selatan, 116,48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.

Baca Juga: Siswa SD di NTT Akhiri Hidup demi Buku, William Yani Wea: Ini Tragedi Pilu

Warga Mataram mulai bergerak mengungsi karena ada informasi air laut naik.

Sebelumnya, gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 Skala Richter, dilaporkan mengguncang tiga kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Gempa Guncang 3 Daerah di Nusa Tenggara Timur

Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang, Robert Owen Wahyu, di Kupang, Minggu malam mengatakan, tiga kabupaten yang diguncang gempa pada pukul 17.50 WIB tersebut, yakni Kabupaten Sikka, Ende, dan Waingapu.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi berkekuatan M=5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,1.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,5 LS dan 121,28 BT atau di laut pada jarak 83 km arah barat daya Kota Ende, Kabupaten Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 110 km.

Baca Juga: Anak SD di NTT Nekat Akhiri Hidup, Pakar UNAIR Desak Evaluasi Sosial

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa itu jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Australia ke Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Sawu, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme naik-mendatar (oblique thrust fault).

Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di daerah Waingapu, Ende, dan Maumere dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI). Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 18.05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Baca Juga: 22 Rumah Dilaporkan Rusak Dampak Gempa Sumenep

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber: Antara
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.