Senin, 22 Jun 2026 09:23 WIB

Gereja Merah, Landmark Kota Kediri Penyimpan Injil Kuno Berbahasa Belanda

Gereja Merah. (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Gereja Merah. (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kota Kediri punya sederet landmark bersejarah. Salah satu yang menarik adalah Gereja Merah di Bundaran Sekartaji, Kecamatan Mojoroto yang menyimpan Kitab Injil kuno berusia ratusan tahun.

Gereja Merah ini sebenarnya memiliki nama asli Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel. Dari catatan prasasti di sana, Gereja Merah diresmikan pada 21 desember 1904 oleh pendeta Dominus J.A.Broers.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Dominus J.A.Broers adalah pendeta asal Belanda yang diutus pemerintahan Hindia-Belanda mengajarkan agama Protestan di Kota Tahu. Baru pada tahun 1948, gereja ini diserahkan pemerintah Belanda kepada pengurus gereja asli pribumi.

Nama Gereja Merah kemudian digunakan pada sekitar tahun 1996 setelah seorang pendeta kala itu memutuskan mengubah warna gereja dari putih gading ke warna merah.

Hingga kini warna tersebut dipertahankan sebagai ciri khas gereja yang masuk dalam cagar budaya ini.

“Ini salah satu cagar budaya di Kota Kediri,” kata Imam Mubarok, sejarawan dan budayawan di Kediri, Kamis (15/12/2022).

Arsitektur gereja merah ini sangat khas dengan gaya era kolonial Belanda. Punya pintu dan jendela yang masih asli terbuat dari kayu jati dan bangunan yang terbuat dari batu bata.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kaca, mimbar, kursi dan lemari di Gereja Merah atau GPIB Immanuel ini juga masih belum mengalami perubahan. Semua masih asli.

Yang menarik, Gereja Merah menyimpan Kitab Injil kuno berbahasa Belanda yang telah berusia satu abad lebih.

Kitab Injil kuno dengan ukuran 43 x 29 cm, dengan ketebalan 10 cm tersebut diterbitkan pada September 1867 oleh de Nederlandtche Bijbel Compagnie menggunakan bahasa Belanda.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Kitab Injil tersebut disimpan di kotak kaca di altar gereja. Meski warna kertas telah berubah setengah cokelat namun tulisan masih cukup jelas dan terbaca. Kitab Injil tersebut dapat bertahan lama karena dilapisi dengan sampul kulit yang cukup tebal.

“Tapi sekarang tidak boleh dibuka,” tambah Imam Mubarok.

Gereja Merah ini sering dikunjungi anak-anak muda untuk berfoto. Anda yang ingin melancong ke Kediri saat liibur Natal dan Tahun Baru 2023 nanti bisa mengunjungi gereja ini untuk berwisata sejarah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.