Kamis, 18 Jun 2026 12:14 WIB

Jelang Nataru, Harga Sayur dan Ayam di Pasar Tulungagung Merangkak Naik

Pedagang ayam di pasar grosir Ngemplak Tulungagung mengalami penurunan omzet sejak harga merangkak naik. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pedagang ayam di pasar grosir Ngemplak Tulungagung mengalami penurunan omzet sejak harga merangkak naik. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah komoditas sayur dan daging ayam di Pasar Grosir Ngemplak, Tulungagung, merangkak kenaikan.

Untuk jenis sayuran kenaikan ini bervariasi mulai seribu hingga Rp10 ribu per kilogram. Kenaikan ini selalu terjadi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Pasokan Energi Aman, Pertamina Resmi Tutup Satgas Natal dan Tahun Baru

Namun demikian, harga kebutuhan pokok diprediksi kembalin turun dan normal, pada bulan Januari mendatang.

Salah seorang pejual sayur, Musiyan mengatakan kenaikan harga ini sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Jenis sayuran yang harganya merangkak naik di antaranya bawang merah, bawang putih, kubis, kentang, wortel, seledri dan bawang bombay.

Menurutnya, kenaikan kebutuhan ini diperkirakan sejak di tingkat petani.

"Hampir semua jenis sayuran mengalami kenaikan harga sejak seminggu ini," ujarnya, Kamis (15/12/2022).

Baca Juga: PGN Sukses Amankan Pasokan Gas Bumi Selama Periode Nataru

Kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam. Salah satu penjual daging ayam, Karyatin mengaku kenaikan sudah terjadi sejak awal bulan Desember ini.

Sebelumnya, harga daging ayam berkisar antara Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, dan kini sudah menjadi Rp32 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini telah terjadi sejak di tingkat peternak.

"Kita sudah diberitahu harga masih bisa naik lagi, untuk pasokan saat ini masih aman," tuturnya.

Baca Juga: Trafik Data Indosat Tumbuh 20 Persen Saat Nataru

Kenaikan harga daging ayam ini tidak diikuti oleh tingginya permintaan pasar. Omzet pedagang mengalami penurunan setelah harga daging ayam naik.

Jika sebelumnya dalam sehari mereka mampu menjual hingga 150 kilogram daging ayam, kini hanya bisa menjual hingga 100 kilogram.

"Omzetnya turun, karena konsumen banyak yang tidak membeli ketika harga ayam naik," pungkasnya.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.