Rabu, 22 Jul 2026 12:26 WIB

Keren! Bank Sampah Gempar di Pacarkeling Pasuruan Bikin Lingkungan Bersih

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 13 Des 2022 17:14 WIB
Wakil Bupati Pasuruan bersama Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya meninjau Bank Sampah Gempar Pacarkeling (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Wakil Bupati Pasuruan bersama Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya meninjau Bank Sampah Gempar Pacarkeling (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan punya cara untuk mengatasi problem sampah yang menggunung.

Dengan bantuan PT Amerta Indah Otsuka, masyarakat desa yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat Gerakan Membangun Pacarkeling (KSM Gempar) menggagas ecovillage program berupa bank sampah.

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

Dirintis sejak Tahun 2021 sampai peresmian gedung Bank Sampah Pacarkeling, pada Selasa (13/12/2022), kini bank sampah tersebut telah beranggotakan nasabah 268 keluarga yang tersebar di Dusun Bawang dan Krajan.

"Saat ini peserta Bank Sampah masih 268 KK di dua dusun. Setelah berjalan dan dua dusun ini bersih sampah, dusun-dusun lain rencanaya mau ikut. Target kami, penduduk Desa Pacarkeling yang berjumlah sekitar 800 KK ini ikut jadi nasabah semua. Karena selain efeknya lingkungan jadi bersih, masyarakat juga diuntungkan dari penjualan sampah plastik," papar Ketua KSM Gempar, Edi Suntor.

Untuk teknis pelaksanaannya, masyarakat yang ingin jadi nasabah harus mendaftar dahulu. Setelah itu, setiap nasabah memilah sampah non-organik yang memiliki nilai jual di rumah masing-masing, kemudian menyetorkannya ke bank sampah.

Setiap penyetoran akan dicatat di buku tabungan, dan kemudian nasabah bisa memperoleh uang dari setoran sampah itu.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Selain itu, warga juga diberikan edukasi mengenai cara mengelola sampah rumah tangga yang baik dan benar dimulai dari memilah sampah. Sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam pelaksanaan program bank sampah," ungkapnya.

Ke depan, Bank Sampah Gempar juga akan menyerap sampah organik warga untuk pengembangan budidaya magot. Hasil budidaya magot akan digunakan menjadi pakan ternak ikan lele yang kolamnya berada di lingkungan bank sampah.

Corporate Communication Director PT Amerta Indah Otsuka, Sudarmadi Widodo mengatakan bahwa saat ini terdapat 200 ton sampah yang mencemari perairan Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Hal tersebut mendorong perusahaan untuk menghadirkan Otsuka Eco Village yang bertujuan mengedukasi dan memberikan fasilitas bank sampah demi membantu masyarakat sekitar pabrik, agar dapat mengubah perilaku masyarakat agar dapat mengelola sampah baik non-organik, olorganik dan residu secara mandiri.

"Perusahaan tidak bisa berbuat apa-apa. Ini semua dari tekad masyarakat yang bergerak dan perusahaan hanya membantu," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.