Selasa, 16 Jun 2026 21:42 WIB

Begini Putri Anak Indonesia Budaya Pengaruhi Anak Mojokerto

Putri Anak Indonesia Budaya, Karina Aliya Afandi menjelaskan budaya wayang di Kota Mojokerto. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Putri Anak Indonesia Budaya, Karina Aliya Afandi menjelaskan budaya wayang di Kota Mojokerto. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Putri Anak Indonesia Budaya, Karina Aliya Afandi menyambangi Museum Gubug Wayang di Jalan RA Kartini, Lingkungan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Putri dari pasangan Leo Christian Afandi-Sherly Setiono menceritakan tentang budaya seperti wayang dan lakon si Unyil yang berada di Museum Gubug Wayang ke puluhan anak-anak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Karina sangat luwes menjelaskan budaya yang meliputi wayang kulit, wayang topeng, potehi, golek dan jenis lainnya kepada anak-anak seusianya.

Museum Gubug Wayang Mojokerto menjadi tempat pertama yang disambangi Putri Anak Indonesia Budaya, ini karena dinilai banyak unsur budaya yang harus diketahui anak-anak.

"Baru Mojokerto. Gubug wayang ini banyak anak-anak yang belum tahu apa saja di dalamnya, misalnya wayang. Banyak anak seumuran Karina belum tahu, itu sebabnya Karina ingin melestarikan budaya ini. Di sini semua hal dirawat dengan baik, semua dicintai, dihargai. Sangat berharga dan harus dilestarikan anak-anak muda," kata Karina, Sabtu (10/12/2022).

Kedatangan Karina Aliya Afandi di Museum Gubug Wayang ini untuk memperkenalkan budaya tradisional kepada anak-anak Indonesia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya mau melestarikan budaya di Indonesia. Karina merasa budaya di Indonesia banyak banget budaya yang harus dilestarikan," sambungnya.

Ia menambahkan, budaya yang sangat banyak di Indonesia bisa dilestarikan kembali dengan cara memperkenalkan kepada anak-anak penerus bangsa.

"Karina mau bilang ke teman-teman, kalau permainan tradisional dan budaya Indonesia semua luar biasa, unik yang tidak dimiliki di luar negeri. Indonesia berbeda, dan kita harus mencintai karena budaya dan permainan tradisional bisa melatih kesabaran, kesamaan bareng teman dan melatih children emotion (emosi anak)," Karina menambahkan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ia berharap, bisa jadi inspirasi bagi anak seusianya untuk mencintai dan melestarikan budaya serta permainan tradisional Indonesia.

Menurut pelajar kelas VII SMP Elyon Christian Scholl Surabaya ini akan berusaha sesering mungkin mengajak anak-anak untuk berkunjung ke tempat budaya.

"Karina ingin ke tempat budaya seperti ini dan berusaha mengajak anak-anak ke tempat yang ada unsur budaya. Planning Jawa Timur dulu lah. Karina juga mengangkat permainan tradisional, jadi dengan permainan tradisional saya akan membawa ke seluruh sekolah di Indonesia," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.