Kamis, 18 Jun 2026 16:18 WIB

Jangan Asal Ngeprank! Calon Pasien di Surabaya Bisa Diblokir Lho

Sidak Wali Kota Eri Cahyadi di RSUD BDH Surabaya (Foto-foto: Humas Pemkot Surabaya)
Sidak Wali Kota Eri Cahyadi di RSUD BDH Surabaya (Foto-foto: Humas Pemkot Surabaya)

jatimnow.com - Wali Kota Eri Cahyadi meminta RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya menerapkan blokir bagi calon pasien yang sudah mendaftar melalui aplikasi e-health, tapi tidak jadi datang alias ngeprank.

Hal itu disampaikan Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RS BDH tersebut pada Kamis (8/12/22).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Eri meminta pasien, agar dapat menyesuaikan jam antrean secara on time. Sebab dalam aplikasi e-health untuk pasien, ditemukan sistem pendaftaran layanan yang double, bahkan nandon terisi selama 30 hari.

Menurut Eri, hal seperti itu harus segera dibenahi, dan bagi pasien yang tidak jadi datang berobat, juga harus diberi arahan.

"Blokir orang tersebut dan ketika orangnya datang minta dibuka blokir, suruh untuk buat pernyataan: Kalau saya tidak datang, maka saya membatalkan dan kalau saya tidak datang dan tidak membatalkan, maka saya siap diblokir satu bulan," terang dia.

Melalui pola tersebut, Eri berharap, warga atau calon pasien tidak asal mendaftar dan membatalkan, karena akan merugikan orang lain yang benar-benar ingin mendapatkan pelayanan di RS BDH.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Sebagai informasi, Eri akan kembali mengembangkan lagi aplikasi e-health. Sebab dari hasil evaluasi, sistem pendaftaran online tersebut belum dilengkapi barcode ketika tidak di-print oleh calon pasien.

Dalam sidaknya itu, Eri juga menyampaikan sejumlah catatan, di antaranya perihal penyejuk udara atau air conditioner (AC).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Ruangan ini terbuka, maka saya minta ditutup, agar AC ruangan lebih dingin," jelasnya.

Selain itu, jumlah kursi dalam ruangan RS BDH juga ikut menjadi sorotan, karena jumlahnya terlalu banyak, sehingga ruangan terkesan kosong.

"Sehingga dapat ruangan benar-benar diatur lebih luas, tidak banyak kursi begini. Terus bagi pasien yang lain kalau ingin masuk, dia harus menunggu di luar (ruang tunggu)," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.