Sabtu, 06 Jun 2026 18:26 WIB

Bawaslu Tulungagung Wacanakan Pendidikan Politik Masuk Kurikulum Sekolah

Pelajar yang menjadi peserta sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu di Tulungagung. (foto: Bawaslu Tulungagung for jatimow.com)
Pelajar yang menjadi peserta sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu di Tulungagung. (foto: Bawaslu Tulungagung for jatimow.com)

jatimnow.com - Bawaslu Tulungagung mengajak pelajar SMA sederajat melakukan pengawasan partisipatif pada Pemilu 2024 mendatang. Para pemilih pemula ini diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilihnya saja, namun juga ikut serta mengawasi pelaksanaan pemilu.

Para pelajar ini diundang untuk mengikuti sosialisasi nilai-nilai pengawasan partisipatif pada pemilih pemula. Mereka diberi penjelasan dasar terkait hal-hal yang dilarang selama proses Pemilu.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Ketua Bawaslu Tulungagung, Fayakun mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula, dalam hal pengawasan partisipatif kepemiluan.

Para pemilih pemula ini diajak untuk melakukan pengawasan partisipatif, sebab pelajar akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024 mendatang. Bawaslu tidak menginginkan pelajar ini mendapatkan pendidikan politik yang salah.

"Ini salah satu cara dari kami untuk memberikan pendidikan pemilu kepada pemilih pemula di Tulungagung," ujarnya, Sabtu (03/12/2022).

Pengawasan partisipatif pemilu bisa dilakukan oleh semua warga. Mereka dapat ikut mengawasi dan melaporkan adanya pelanggaran selama proses pemilu berlangsung.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Untuk tingkat pelajar, Bawaslu mentargetkan tidak hanya ikut serta memilih. Tapi juga bisa mengamankan suara dan hak pilihnya, serta menghindari praktik money politic.

"Merekakan harus paham peran pemilu dalam bernegara ini seperti apa, imbasnya apa kalau salah pilih dan lain-lain, kita sampaikan disini," tuturnya.

Tak hanya itu, Bawaslu Tulungagung juga mewacanakan pendidikan politik dapat masuk menjadi mata pelajaran bagi siswa di sekolah. Hal ini sangat diperlukan agar pemahaman politik dan pemilu di tingkat pelajar bisa maksimal.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Selain itu, harapannya generasi masa depan dapat memiliki pemahaman politik yang sesuai dengan aturan.

"Minimal mereka ini bisa mengawasi hak pilih, jangan sampai kehilangan itu dan bisa menularkan hal ini kepada orang-orang di sekitarnya termasuk teman-teman sebaya nya," pungkasnya.

 

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.